IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO

Journal of Economics, Law, and HumanitiesJournal of Economics, Law, and Humanities

Penelitian ini mengkaji pola pemilihan agama anak dalam keluarga beda agama di Desa Klepu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Fenomena pernikahan beda agama sering menimbulkan persoalan identitas keagamaan pada anak, terutama ketika mereka mencapai usia dewasa dan mulai menentukan keyakinannya sendiri. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk-bentuk pola pemilihan agama yang muncul serta menelusuri implikasinya terhadap kehidupan pribadi, sosial, dan hukum anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl untuk memahami pengalaman subjektif anak dalam konteks sosial dan religius. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi terhadap anak-anak hasil pernikahan beda agama, sedangkan data sekunder berasal dari dokumen dan literatur pendukung. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola utama pemilihan agama anak, yaitu: faktor lingkungan yang didorong oleh pengaruh teman sebaya; faktor ayah yang bersifat otoriter dan disiplin; dan faktor ibu sebagai sumber kasih sayang, pengajar moral, dan teladan religius. Pola-pola ini berimplikasi pada pembentukan identitas religius, stabilitas sosial, serta hak-hak legal anak dalam sistem hukum dan masyarakat.

Pola pemilihan agama anak dalam keluarga beda agama merupakan proses sosial dan spiritual kompleks yang melibatkan interaksi antara lingkungan, figur orang tua, dan pengalaman pribadi anak.Tiga pola utama yang ditemukan adalah faktor lingkungan, faktor ayah, dan faktor ibu.Faktor lingkungan berperan melalui pergaulan dan solidaritas teman sebaya, faktor ayah muncul melalui kedisiplinan dan otoritas religius, sedangkan faktor ibu tampil sebagai sumber kasih sayang dan pengajar moral utama.Pemilihan agama oleh anak merupakan hasil kesadaran reflektif yang dibentuk oleh pengalaman hidup, bukan sekadar warisan dogmatis.Keputusan anak dalam memilih agama tidak hanya menjadi persoalan keyakinan pribadi, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme untuk menjaga keseimbangan, integrasi, dan stabilitas dalam sistem keluarga dan masyarakat plural.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang faktor lingkungan terhadap identitas religius anak melalui studi longitudinal. Selain itu, perlu dilakukan analisis mendalam tentang peran otoritas ayah dalam membentuk keputusan agama anak, khususnya di lingkungan yang memiliki norma ketat. Terakhir, penelitian dapat mengembangkan pendekatan komparatif untuk membandingkan peran ibu dalam berbagai komunitas keagamaan, dengan fokus pada bagaimana kasih sayang dan pendidikan moral ibu memengaruhi pilihan agama anak secara berbeda.

Read online
File size236.42 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test