IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO
Journal of Economics, Law, and HumanitiesJournal of Economics, Law, and HumanitiesPenelitian ini mengkaji secara mendalam Filsafat Ekonomi Musa Asyarie yang dirumuskan dalam Trilogi Ekonomi Islam, yaitu Teologi Ekonomi, Kosmologi Ekonomi, dan Antropologi Ekonomi. Gagasan tersebut menawarkan kerangka etis bagi praktik ekonomi modern melalui integrasi nilai ketuhanan, keseimbangan kosmos, dan kemanusiaan. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep Trilogi Ekonomi Islam Musa Asyarie serta menilai relevansinya terhadap dinamika ekonomi kontemporer. Kajian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dengan metode kualitatif, berbasis pada data tekstual dari buku, artikel ilmiah, dan dokumen primer karya Musa Asyarie. Data dikumpulkan melalui penelusuran literatur dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi secara deduktif dengan pendekatan sosiologis, yang menempatkan manusia sebagai makhluk sosial dalam praktik ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Trilogi Ekonomi Islam Musa Asyarie memiliki kontribusi signifikan dalam membangun etika ekonomi dan memberikan orientasi moral bagi kegiatan bisnis, kewirausahaan, dan pembangunan. Konsep ini menegaskan pentingnya integrasi nilai tauhid, keseimbangan kosmologis, dan pemahaman antropologis untuk mewujudkan sistem ekonomi yang adil, berkelanjutan, dan berkeadaban. Simpulan penelitian menegaskan bahwa pemikiran Musa Asyarie sangat relevan untuk dikembangkan dan diaplikasikan dalam konteks ekonomi modern, baik sebagai landasan teoritis maupun panduan praktis dalam membentuk perilaku ekonomi yang etis.
Berdasarkan hasil pembahasan, penelitian ini menegaskan bahwa Trilogi Ekonomi Islam Musa Asyarie—yang mencakup Teologi Ekonomi, Kosmologi Ekonomi, dan Antropologi Ekonomi—merupakan kerangka konseptual yang sangat kuat dalam membangun etika ekonomi di era modern.Ketiga dimensi tersebut berakar pada nilai-nilai dasar ekonomi Islam dan berhasil diolah kembali oleh Musa Asyarie menjadi fondasi etis yang relevan untuk menjawab persoalan moralitas dalam kegiatan ekonomi, bisnis, dan kewirausahaan.Meskipun pemikiran ini belum banyak dikenal luas di Indonesia, kajian ini menunjukkan bahwa penerapannya dalam praktik ekonomi mampu memperkuat integritas, keadilan, dan tanggung jawab sosial pelaku ekonomi.Di sisi lain, penelitian ini memiliki kekuatan pada ketajaman analisis filosofis, meskipun masih terbatas pada penelaahan literatur tanpa verifikasi empiris terhadap tingkat implementasi gagasan tersebut di masyarakat.
Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk memperluas kajian melalui pendekatan empiris agar dapat menilai efektivitas penerapan Trilogi Ekonomi Islam dalam konteks kelembagaan, praktik bisnis, maupun pendidikan ekonomi syariah. Penelitian komparatif dengan tokoh-tokoh ekonomi Islam lain juga diperlukan untuk memperkaya pemahaman mengenai posisi pemikiran Musa Asyarie dalam perkembangan ekonomi Islam kontemporer. Selain itu, pengembangan riset interdisipliner yang menggabungkan pendekatan filsafat, etika, dan sosiologi ekonomi dapat membuka ruang baru bagi penguatan konsep etika ekonomi Islam dalam menjawab tantangan global yang semakin kompleks.
| File size | 196.72 KB |
| Pages | 14 |
| DMCA | Report |
Related /
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Temuan empiris menunjukkan bahwa guru secara konsisten memainkan peran kunci dalam membentuk iklim keagamaan yang moderat, tercermin dalam skor tinggiTemuan empiris menunjukkan bahwa guru secara konsisten memainkan peran kunci dalam membentuk iklim keagamaan yang moderat, tercermin dalam skor tinggi
UIN Ar-RaniryUIN Ar-Raniry Untuk mengatasi ambiguitas spiritualitas dalam studi strategis, penelitian ini membedah transposisi Kewaspadaan Spiritual (Muraqabah) dan Disiplin AsketisUntuk mengatasi ambiguitas spiritualitas dalam studi strategis, penelitian ini membedah transposisi Kewaspadaan Spiritual (Muraqabah) dan Disiplin Asketis
DINIYAHDINIYAH Dari segi kebenaran sesuatu ilmu pula, kaedah epistemologi Islam menganggap ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang mungkin dan menolak pendapat para skeptisDari segi kebenaran sesuatu ilmu pula, kaedah epistemologi Islam menganggap ilmu pengetahuan sebagai sesuatu yang mungkin dan menolak pendapat para skeptis
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Data dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat GedungData dianalisis melalui teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Gedung
STIDNATSIRSTIDNATSIR Pengembangan website SAMAWA yang berisi konten video animasi dan game edukatif telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa SD kelas 3, sesuaiPengembangan website SAMAWA yang berisi konten video animasi dan game edukatif telah dirancang untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa SD kelas 3, sesuai
STIDNATSIRSTIDNATSIR Nashir al-Umar menegaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama yang sangat urgen dalam menghadapi tantangan kontemporer, seperti arus sekularisasi, krisisNashir al-Umar menegaskan bahwa tauhid merupakan fondasi utama yang sangat urgen dalam menghadapi tantangan kontemporer, seperti arus sekularisasi, krisis
UNISKA BJMUNISKA BJM Untuk memasuki era masyarakat 5. 0, setidaknya dibutuhkan enam kemampuan mendasar untuk menganalisis informasi dari kehidupan digital. Selain itu, pemahamanUntuk memasuki era masyarakat 5. 0, setidaknya dibutuhkan enam kemampuan mendasar untuk menganalisis informasi dari kehidupan digital. Selain itu, pemahaman
TIGA MUTIARATIGA MUTIARA 0 memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam teknologi pembelajaran, penggunaan buku digital dan media pembelajaran berbasis teknologi.0 memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam teknologi pembelajaran, penggunaan buku digital dan media pembelajaran berbasis teknologi.
Useful /
DINIYAHDINIYAH Kedua, kaitannya dengan peran perempuan dalam rumah tangga, yang memiliki peran kompleks sebagai seorang ibu, istri, dan masyarakat. Ketiga, , yaitu sesuaiKedua, kaitannya dengan peran perempuan dalam rumah tangga, yang memiliki peran kompleks sebagai seorang ibu, istri, dan masyarakat. Ketiga, , yaitu sesuai
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif-etnografis. Data diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara mendalamPenelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif-etnografis. Data diperoleh melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam
IAIN PONOROGOIAIN PONOROGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan perkawinan dapat dibenarkan secara syari karena mendatangkan kemaslahatan umum, mencegah kerusakan sosial,Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencatatan perkawinan dapat dibenarkan secara syari karena mendatangkan kemaslahatan umum, mencegah kerusakan sosial,
DINIYAHDINIYAH Namun kemudian berkembang pemikiran kalam secara teologis. Menurut Khawarij, penyelesaian perselisihan umat Islam dengan cara tahkim adalah menyalahi hukumNamun kemudian berkembang pemikiran kalam secara teologis. Menurut Khawarij, penyelesaian perselisihan umat Islam dengan cara tahkim adalah menyalahi hukum