ITSKESICMEITSKESICME

Jurnal Abdi MedikaJurnal Abdi Medika

Peningkatan populasi lansia di wilayah pedesaan sering kali tidak dibarengi dengan literasi kesehatan yang memadai, sehingga risiko penyakit degeneratif tetap tinggi. Desa Banjartanggul di Kabupaten Mojokerto menghadapi tantangan serupa di mana deteksi dini penyakit tidak menular masih rendah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kemandirian lansia melalui skrining kesehatan berkala dan edukasi pola hidup sehat. Program ini menggunakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan pada Januari 2026. Partisipan terdiri dari 25 lansia yang dipilih secara purposive. Instrumen kegiatan meliputi pemeriksaan biokimia (tekanan darah, gula darah, asam urat) dan kuesioner pengetahuan (pre-test dan post-test). Hasil skrining menunjukkan bahwa 60% lansia mengalami hipertensi dan 52% memiliki kadar asam urat tinggi. Setelah diberikan edukasi berbasis Kebutuhan Dasar Manusia (KDM), terjadi peningkatan pengetahuan rata-rata sebesar 45%, dengan capaian tertinggi pada indikator kesadaran skrining rutin (96%). Program ini efektif mengubah paradigma lansia dari perilaku kuratif menjadi preventif-proaktif. Sinergi antara pemeriksaan fisik dan edukasi berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mewujudkan lansia yang sehat dan berdaya di tingkat desa.

Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Banjartanggul telah berhasil meningkatkan derajat kesehatan dan literasi lansia secara signifikan.Skrining kesehatan mengungkapkan profil risiko penyakit degeneratif yang tinggi, namun diikuti dengan peningkatan pengetahuan partisipan rata-rata sebesar 45% setelah intervensi.Pemberdayaan melalui edukasi berbasis KDM dan skrining berkala terbukti efektif mengubah paradigma masyarakat dari kuratif menjadi preventif, yang ditandai dengan tingginya kesadaran untuk melakukan kontrol kesehatan rutin.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan aplikasi digital untuk memantau kesehatan lansia secara mandiri, seperti sistem notifikasi rutin untuk skrining dan edukasi. Selain itu, perlu dilakukan studi tentang efektivitas jangka panjang program edukasi KDM dalam mengurangi komplikasi penyakit degeneratif. Terakhir, penelitian dapat menggali peran tokoh lokal dalam memperkuat partisipasi masyarakat dalam kegiatan skrining dan promosi kesehatan di desa.

Read online
File size391.38 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test