UROLOGIUROLOGI

Indonesian Journal of UrologyIndonesian Journal of Urology

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi kasus undescended testis (UDT) di posyandu wilayah kerja Puskesmas Wagir, tingkat pengetahuan orang tua terhadap gangguan UDT, dan mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan pengobatan UDT. Faktor-faktor yang ditemukan berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan pengobatan UDT meliputi riwayat pemeriksaan antenatal (sig. = 0.023) dan pengetahuan orang tua tentang UDT (sig.=0.044). Faktor-faktor yang kurang signifikan mempengaruhi keterlambatan pengobatan UDT adalah keterjangkauan fasilitas kesehatan, kepemilikan asuransi, pendapatan bulanan orang tua, pendidikan terakhir, dan riwayat keluarga. Prevalensi hal ini dengan mayoritas penduduk memiliki pengetahuan yang buruk tentang UDT. Faktor yang paling mempengaruhi keterlambatan pengobatan adalah riwayat pemeriksaan kehamilan dan pengetahuan orang tua tentang UDT.

Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa prevalensi kasus UDT pada anak di bawah lima tahun di posyandu wilayah kerja Puskesmas Wagir, Malang, adalah 12,2%, dengan 65,3% kasus mengalami penundaan pengobatan.Pemahaman masyarakat tentang UDT di posyandu tersebut masih tergolong rendah, dengan faktor yang paling berpengaruh terhadap penundaan pengobatan adalah riwayat pemeriksaan antenatal dan pengetahuan orang tua tentang gangguan UDT.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan survei lebih lanjut di lokasi-lokasi lain di Malang untuk mengumpulkan data yang lebih representatif. Selain itu, dapat dilakukan penelitian tentang efektivitas kampanye kesehatan atau edukasi masyarakat tentang UDT, serta studi tentang faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi penundaan pengobatan, seperti jarak ke fasilitas kesehatan dan aksesibilitas informasi kesehatan.

Read online
File size488.81 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test