UROLOGIUROLOGI

Indonesian Journal of UrologyIndonesian Journal of Urology

Tujuan penelitian ini adalah untuk menyajikan profil klinis pasien UDT di rumah sakit tersier. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif retrospektif dengan nomor etik yang disetujui 400/019/K.3/102.7/2024. Pengumpulan identifikasi dilakukan dengan menelusuri dokumen pasien kasus UDT pada bulan Januari 2015 hingga Desember 2023. Karakteristik yang diamati adalah usia, lokasi UDT, tidak teraba atau teraba, alamat pasien, dan pemeriksaan antenatal care. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 107 pasien UDT, 16 pasien (24.31%) terdiagnosis pada usia 19 hingga 24 bulan dan menurun pada usia pubertas. 74 kasus UDT (69.16%) merupakan UDT unilateral dengan sebaran hampir sama antara kiri dan kanan. Pada 75 kasus UDT yang tidak teraba (70.09%), ditemukan bahwa testis masih dapat hidup pada 57 kasus selama laparoskopi diagnostik. Rerata pasien yang berasal dari wilayah Malang berjumlah 63 orang (58.87%). Rerata jumlah pasien yang mendapat pelayanan antenatal dari bidan sebanyak 61 kasus (62.61%). Simpulan: Secara keseluruhan kasus UDT di bawah 12 tahun banyak ditemukan, mayoritas merupakan UDT unilateral tak teraba, pasien berasal dari daerah Malang dan telah mendapat pelayanan antenatal dari bidan. Data yang diperoleh dapat digunakan sebagai database untuk meningkatkan standar pelayanan.

Meskipun diagnosis dini telah dilakukan pada banyak pasien UDT, lokasi yang paling umum adalah unilateral dan tidak teraba.Sebagian besar pasien dirujuk dan dioperasi setelah usia 1 tahun.Penundaan dalam pengobatan disebabkan oleh kurangnya pengetahuan orang tua dalam membawa pasien ke fasilitas kesehatan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk meningkatkan kesadaran dan pendidikan kesehatan tentang UDT di kalangan orang tua, terutama di daerah pedesaan. Selain itu, perlu dilakukan kampanye kesadaran dan reorientasi dokter tentang pentingnya pemeriksaan neonatal komprehensif untuk meningkatkan kemungkinan deteksi dini dan rujukan. Penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan program pendidikan kesehatan yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan orang tua tentang UDT dan pentingnya perawatan dini. Selain itu, studi lebih lanjut dapat mengeksplorasi faktor-faktor sosial dan budaya yang mempengaruhi penundaan rujukan pasien UDT, serta strategi intervensi untuk mengatasi masalah ini.

Read online
File size461.38 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test