UROLOGIUROLOGI

Indonesian Journal of UrologyIndonesian Journal of Urology

Tujuan: Laporan kasus ini bertujuan untuk menyajikan pendekatan nefrolitotomi perkutan lateral (PCNL) untuk pasien dengan ginjal tapal kuda, sedikit penyakit penyerta, dan hasil dari prosedur ini. Presentasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 70 tahun yang mengalami obesitas datang kerumah sakit dengan keluhan nyeri pada pinggang kiri. Berdasarkan pemeriksaan CT scan, kami menemukan bahwa pasien menderita ginjal tapal kuda dengan hidronefrosis kiri. Hidronefrosis tersebut disebabkan oleh penyumbatan akibat batu panggul ginjal kiri berukuran 25 x 20 mm. Kami memutuskan untuk melakukan PCNL lateral untuk kasus ini dengan hasil yang sangat baik. Diskusi: Dengan kemajuan terbaru dalam urologi, berbagai modalitas pengobatan invasif minimal tersedia untuk menangani penyakit batu di HSK. PCNL telah menunjukkan hasil yang lebih baik dengan komplikasi yang lebih sedikit untuk menghilangkan batu dari HSK dan diterima sebagai pengobatan rutin untuk batu besar di HSK, menunjukkan SFR yang tinggi mulai dari 71% hingga 88%. Akses perkutan lateral dari sistem pengumpulan ginjal aman karena diperoleh pada sisi yang berlawanan dengan tempat masuknya pembuluh darah ginjal ke ginjal. Simpulan: Penatalaksanaan batu pada pasien dengan batu ginjal tapal kuda merupakan prosedur yang menantang dalam endourologi, namun nefrolitotomi perkutan dianggap sebagai pilihan pengobatan yang aman dan efektif pada pasien dengan batu ginjal pada ginjal tapal kuda dengan hasil yang dapat diterima.

Penatalaksanaan batu pada pasien dengan ginjal tapal kuda merupakan prosedur yang menantang dalam endourologi, namun nefrolitotomi perkutan dianggap sebagai pilihan pengobatan yang aman dan efektif pada pasien dengan batu ginjal pada ginjal tapal kuda dengan hasil yang dapat diterima.Teknik PCNL lateral menunjukkan hasil yang baik dengan tingkat keberhasilan tinggi.Pemahaman tentang anatomi ginjal tapal kuda dan teknik akses lateral sangat penting untuk meminimalkan komplikasi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan studi mengenai efektivitas jangka panjang dari teknik PCNL lateral pada pasien dengan ginjal tapal kuda, terutama dalam mengurangi risiko komplikasi jangka panjang. Kedua, perlu dibandingkan hasil PCNL lateral dengan metode lain seperti ESWL atau RIRS dalam konteks tingkat keberhasilan dan risiko komplikasi. Ketiga, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami peran kolon retrorenal dalam outcome PCNL, terutama pada kasus dengan anatomi kompleks. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas pemahaman tentang manajemen batu ginjal pada ginjal tapal kuda dan meningkatkan standar perawatan medis.

Read online
File size1.73 MB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test