UROLOGIUROLOGI

Indonesian Journal of UrologyIndonesian Journal of Urology

Tujuan: Mengidentifikasi karakteristik GPPPD pada pasien urologi. Bahan&Cara: Penelitian potongl intang ini dilakukan diklinik urologi Rumah Sakit Arifin Achmad, Pekanbaru, Riau Province pada bulan October 2021 sampai Januari2022. Pasien diwawancara dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Data-data yang dikumpulkan adalah penyakit dan kelainan urologi, usia, gejala, factor-faktor risiko seperti biologi, interpersonal, psikologi, socio-kultural, kepuasan seksual. Penelitian ini telah disetujui oleh Komite Etik Fakultas Kedokteran, Universitas Riau. Analisis univariat dipergunakan. Hasil: Terdapat 22 pasien dalam penelitian ini dengan sebagian besar penyakit urologi adalah infeksi saluran kencing (54.5%), sebagian besar termasuk dalam kelompok usia 41-60 years (77.3%) dan factor resiko yang paling banyak adalah biologis (41%),psikologis(13.6%) dan socio-kultur (100%).Simpulan: Karakteristik GPPPD pada pasien-pasien urologi sebagian besar adalah infeksi saluran kemih,berusia 41-60 tahun dan faktor-faktor sosio kultur.

Karakteristik GPPPD pada pasien urologi dominan terkait infeksi saluran kemih, kelompok usia 41-60 tahun, dan faktor sosio-kultural.Sebagian besar pasien (77,3%) berusia 41-60 tahun, dengan infeksi saluran kemih sebagai penyakit urologi utama (54,5%).Faktor risiko utama meliputi aspek biologis (41%), psikologis (13,6%), dan sosio-kultural (100%).

Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas pendekatan terapi kombinasi untuk mengatasi GPPPD yang melibatkan faktor biologis, psikologis, dan sosial. Selanjutnya, studi perlu dilakukan untuk memahami dampak budaya lokal terhadap persepsi dan pengelolaan GPPPD di berbagai wilayah Indonesia. Terakhir, diperlukan penelitian longitudinal untuk mengevaluasi hubungan jangka panjang antara infeksi saluran kemih kronis dengan perkembangan GPPPD, termasuk pengaruh perubahan hormon setelah menopause.

Read online
File size467.88 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test