UBHARAUBHARA

Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatSemeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Penelitian ini bertujuan untuk memotret dan memahami secara mendalam transformasi kualitas hidup masyarakat Dusun Kemendung, Desa Penanggungan, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, dari kondisi bertahan hidup menuju kehidupan yang lebih bermakna. Fenomena ini penting dikaji karena kualitas hidup masyarakat desa tidak hanya ditentukan oleh aspek material, tetapi juga oleh pengalaman subjektif, relasi sosial, serta partisipasi komunitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain fenomenologis dan partisipatif untuk menggali makna dan pengalaman hidup masyarakat. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan observasi partisipatif terhadap 12 informan yang terdiri atas warga dusun, tokoh masyarakat, dan pihak yang terlibat dalam kegiatan edukasi dan sosial. Hasil penelitian menunjukkan adanya pergeseran makna kualitas hidup yang ditandai oleh meningkatnya kesadaran diri, partisipasi sosial, rasa kebersamaan, serta tumbuhnya makna hidup melalui kegiatan edukasi nonformal, kreativitas berbasis lokal, dan aktivitas sosial kolektif. Temuan ini mengungkap bahwa kualitas hidup masyarakat merupakan konstruksi sosial yang dibentuk melalui pengalaman hidup dan relasi komunitas, bukan semata-mata hasil pemenuhan kebutuhan ekonomi. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dengan memperkuat pendekatan kualitatif dalam kajian kualitas hidup berbasis pengalaman dan kesejahteraan relasional. Secara praktis, temuan penelitian memberikan implikasi bagi perumusan kebijakan dan program pemberdayaan masyarakat desa yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kapasitas sosial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji keberlanjutan transformasi kualitas hidup dalam konteks desa lain dengan pendekatan longitudinal.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa kualitas hidup masyarakat Dusun Kemendung tidak hanya mengalami peningkatan secara material, tetapi juga mengalami transformasi makna dari sekadar bertahan hidup menuju kehidupan yang lebih bermakna.Transformasi tersebut tercermin dalam perubahan cara masyarakat memaknai kehidupan, meningkatnya partisipasi sosial, tumbuhnya rasa percaya diri, serta menguatnya relasi dan solidaritas komunitas.Edukasi nonformal, kreativitas berbasis lokal, dan kegiatan sosial kolektif terbukti menjadi elemen kunci yang mendorong perubahan kesadaran dan pengalaman hidup masyarakat secara berkelanjutan.Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kajian kualitas hidup dengan menegaskan pentingnya pendekatan kualitatif berbasis pengalaman hidup (lived experience) dan perspektif kesejahteraan relasional.Temuan penelitian memperkuat pandangan bahwa kualitas hidup merupakan konstruksi sosial yang dibentuk melalui interaksi, nilai budaya, dan partisipasi komunitas, bukan semata-mata hasil dari peningkatan indikator ekonomi.Dari sisi praktis dan kebijakan, hasil penelitian ini mengimplikasikan bahwa program pemberdayaan masyarakat desa perlu dirancang secara partisipatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kapasitas sosial.Intervensi pembangunan yang menekankan ruang belajar bersama, kreativitas warga, dan aktivitas sosial kolektif berpotensi menghasilkan dampak yang lebih bermakna dan berkelanjutan dibandingkan pendekatan yang bersifat top-down dan materialistik semata.Oleh karena itu, pemerintah desa dan pemangku kepentingan terkait disarankan untuk mengintegrasikan dimensi sosial, kultural, dan edukatif dalam perencanaan pembangunan desa.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengeksplorasi keberlanjutan transformasi kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. Penelitian ini dapat menggunakan pendekatan longitudinal untuk melihat apakah perubahan makna hidup masyarakat dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Kedua, penelitian selanjutnya dapat fokus pada konteks desa lain dengan karakteristik sosial yang berbeda. Dengan demikian, dapat dipelajari apakah pendekatan edukasi, kreativitas, dan aktivitas sosial berbasis komunitas dapat diterapkan secara efektif di berbagai konteks desa, dan bagaimana dinamika sosial yang berbeda mempengaruhi transformasi kualitas hidup. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengembangkan dan menguji model intervensi pembangunan yang lebih partisipatif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan kapasitas sosial. Model ini dapat menggabungkan elemen edukasi, kreativitas, dan aktivitas sosial kolektif, serta mengintegrasikan dimensi sosial, kultural, dan edukatif dalam perencanaan pembangunan desa. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi praktis yang lebih luas bagi pemberdayaan masyarakat desa di Indonesia.

Read online
File size365.82 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test