ITSKESICMEITSKESICME

Jurnal Abdi MedikaJurnal Abdi Medika

Kegawatdaruratan maternal neonatal masih menjadi penyebab utama tingginya angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai tanda bahaya kehamilan, persalinan, dan kondisi neonatal menyebabkan keterlambatan penanganan dan rujukan. Upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan simulasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi kegawatdaruratan maternal neonatal. Permasalahan utama yang ditemukan adalah kurangnya pemahaman kader dan ibu hamil mengenai deteksi dini kegawatdaruratan maternal neonatal. Target kegiatan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan peserta dalam penanganan awal kegawatdaruratan. Luaran kegiatan berupa peningkatan pengetahuan peserta, media edukasi, dokumentasi kegiatan, dan artikel pengabdian masyarakat. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan simulasi penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal. Sasaran kegiatan terdiri dari ibu hamil dan kader kesehatan sebanyak 35 peserta di Desa Pasean Wilayah Kerja Puskesmas Pasean. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai tanda bahaya maternal neonatal serta peningkatan keterampilan dasar penanganan awal dan sistem rujukan cepat. Peserta aktif mengikuti simulasi dan mampu mempraktikkan langkah awal penanganan kegawatdaruratan. Edukasi dan simulasi efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal sehingga dapat mendukung penurunan risiko keterlambatan penanganan ibu dan bayi.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Desa Pasean wilayah kerja Puskesmas Pasean berjalan dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat.Edukasi dan simulasi penanganan awal kegawatdaruratan maternal neonatal terbukti mampu meningkatkan pengetahuan serta keterampilan ibu hamil dan kader kesehatan dalam mengenali tanda bahaya maternal neonatal, melakukan tindakan awal sederhana, serta memahami prosedur rujukan cepat.Metode simulasi yang digunakan memberikan pengalaman praktik secara langsung sehingga peserta menjadi lebih aktif dan percaya diri dalam menghadapi kondisi darurat maternal neonatal.Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mendukung upaya pencegahan keterlambatan penanganan kegawatdaruratan ibu dan bayi di lingkungan masyarakat.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas kombinasi metode edukasi dengan teknologi digital, seperti aplikasi mobile, dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kedua, perlu dilakukan studi lanjutan untuk menilai dampak jangka panjang dari program edukasi dan simulasi ini terhadap tingkat kematian ibu dan bayi di wilayah yang lebih luas. Ketiga, penelitian dapat fokus pada pengembangan strategi pendidikan berbasis komunitas yang lebih inklusif, termasuk partisipasi keluarga dan lembaga lokal dalam proses penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal. Saran-saran ini bertujuan untuk memperluas cakupan manfaat penelitian dan meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat medis.

Read online
File size225.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test