LPPM UNASMANLPPM UNASMAN

JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatJURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kelompok Wanita Tani (KWT) Ngudi Mulyo Kalasan, sebagai entitas penting dalam sektor pertanian lokal, menghadapi tantangan signifikan dalam pemasaran dan penjualan hasil pertaniannya yang masih mengandalkan metode konvensional, sehingga membatasi jangkauan pasar dan menekan potensi pendapatan. Di tengah pesatnya disrupsi digital, pemanfaatan teknologi menjadi krusial untuk meningkatkan daya saing. Optimalisasi WhatsApp Business hadir sebagai solusi strategis untuk memperluas akses pasar, meningkatkan efisiensi komunikasi, dan mengelola pesanan secara lebih efektif, yang diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan volume penjualan dan kesejahteraan anggota KWT. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, melibatkan tim dosen dan mahasiswa sebagai pelaksana, serta KWT Ngudi Mulyo yang beranggotakan 25 wanita petani sebagai sasaran. Tahapan kegiatan meliputi survei dan analisis kebutuhan, penyusunan modul pelatihan, pelaksanaan pelatihan interaktif dan praktik langsung, pendampingan berkelanjutan, serta monitoring dan evaluasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner pre-test dan post-test, observasi, dan analisis data penjualan, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anggota KWT tentang WhatsApp Business secara signifikan dari 40% menjadi 85%. Seluruh anggota KWT (100%) kini mampu mengoptimalkan fitur WhatsApp Business, termasuk pembuatan katalog produk dan pengaturan pesan otomatis, didukung oleh terbentuknya tim internal KWT yang bertanggung jawab. Dampak positif yang teridentifikasi meliputi perluasan jangkauan pasar, peningkatan efisiensi komunikasi, dan tren peningkatan pada interaksi konsumen rata-rata 20-30% pada bulan pertama pasca-pelatihan, yang secara langsung berkontribusi pada peningkatan pendapatan dan kemandirian ekonomi anggota KWT.

Kegiatan pengabdian masyarakat Transformasi Digital Kelompok Wanita Tani Ngudi Mulyo Kalasan.Optimalisasi WhatsApp Business untuk Meningkatkan Penjualan Hasil Pertanian telah berhasil mencapai tujuannya.KWT Ngudi Mulyo kini memiliki pemahaman dan keterampilan yang memadai dalam mengoptimalkan WhatsApp Business sebagai alat pemasaran dan penjualan digital.Implementasi WhatsApp Business secara signifikan telah memperluas jangkauan pasar produk pertanian mereka, meningkatkan efisiensi komunikasi dengan pelanggan, dan yang terpenting, berkontribusi pada peningkatan volume penjualan serta pendapatan anggota KWT.Keberhasilan ini menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital, meskipun sederhana, memiliki potensi besar untuk memberdayakan kelompok masyarakat di sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Berdasarkan hasil dan kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, beberapa saran dapat diajukan: Untuk Kelompok Wanita Tani Ngudi Mulyo: a) Pengembangan Konten dan Promosi: Terus berinovasi dalam pembuatan konten promosi yang lebih menarik dan variatif, seperti video singkat atau testimoni pelanggan, untuk menarik lebih banyak. b) Diversifikasi Produk dan Saluran: Mempertimbangkan diversifikasi produk olahan pertanian yang memiliki nilai tambah lebih tinggi, serta menjajaki kemungkinan penggunaan platform digital lain di masa depan (misalnya, media sosial lain atau e-commerce sederhana) untuk memperluas pasar. c) Peningkatan Kapasitas Tim Internal: Tim internal KWT yang telah terbentuk perlu terus ditingkatkan kapasitasnya melalui pelatihan lanjutan atau workshop tentang manajemen bisnis digital, keuangan sederhana, dan customer relationship management. Untuk Perguruan Tinggi/Pihak Pelaksana Pengabdian: a) Pendampingan Berkelanjutan: Melanjutkan program pendampingan secara berkala untuk memantau perkembangan KWT dan memberikan solusi atas tantangan baru yang mungkin muncul, serta mengidentifikasi peluang kolaborasi lebih lanjut. b) Replikasi Model: Mengembangkan model pengabdian serupa untuk kelompok tani atau UMKM lain di wilayah yang berbeda, dengan penyesuaian berdasarkan karakteristik lokal dan kebutuhan spesifik. Untuk Pemerintah Daerah: a) Dukungan Kebijakan dan Infrastruktur: Memberikan dukungan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan UMKM dan kelompok tani berbasis digital, serta memastikan ketersediaan infrastruktur internet yang memadai di wilayah pedesaan. b) Program Fasilitasi Akses Pasar: Memfasilitasi KWT dan UMKM lokal untuk berpartisipasi dalam pameran produk digital atau marketplace yang lebih besar, serta membangun kemitraan dengan sektor swasta.

  1. Pemanfaatan Teknologi Komunikasi melalui Digital Marketing pada Petani Milenial di Kota Batu, Jawa Timur... doi.org/10.21107/agriekonomika.v11i1.10403Pemanfaatan Teknologi Komunikasi melalui Digital Marketing pada Petani Milenial di Kota Batu Jawa Timur doi 10 21107 agriekonomika v11i1 10403
  2. Membangun Kepercayaan yang Berkelanjutan di Era Disruptif Komunikasi: Perspektif Media dan Komunikasi... doi.org/10.20885/komunikasi.vol18.iss2.art9Membangun Kepercayaan yang Berkelanjutan di Era Disruptif Komunikasi Perspektif Media dan Komunikasi doi 10 20885 komunikasi vol18 iss2 art9
  3. Strategi Pemasaran Ideal di Era Digital untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM | Jatmiko | Plakat :... doi.org/10.30872/plakat.v4i2.8955Strategi Pemasaran Ideal di Era Digital untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM Jatmiko Plakat doi 10 30872 plakat v4i2 8955
Read online
File size403.31 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test