UBHINUSUBHINUS

Dharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada MasyarakatDharma Nusantara: Jurnal Ilmiah Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat

Memasuki era pendidikan digital, SMA Kristen YBPK Sitiarjo telah menanggapi transformasi tersebut dengan menginisiasi upaya peningkatan kompetensi guru dan integrasi teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Melalui kegiatan pengabdian ini, 14 (empat belas) guru terlibat dalam workshop yang mencakup pembelajaran berbasis teknologi informasi, pembelajaran campuran, dan konsep flipped classroom. Meskipun menghadapi tantangan keterbatasan akses internet dan perangkat siswa, guru menunjukkan antusiasme dan minat terhadap pemanfaatan teknologi. Kuesioner hasil workshop menyoroti penggunaan metode pembelajaran daring, namun mengungkapkan kendala terkait keterampilan guru dalam pembelajaran daring. Meskipun demikian, kesadaran guru terhadap pentingnya integrasi teknologi informasi dalam meningkatkan daya saing sekolah sangat mencolok. Hasil kuesioner membuktikan bahwa guru telah menerapkan pembelajaran daring dengan menggunakan berbagai metode dan aplikasi, seperti Google Classroom dan aplikasi komunikasi seperti WhatsApp dan Telegram. Keterbatasan perangkat dan koneksi internet menjadi kendala utama, namun guru dan siswa menunjukkan komitmen untuk mengatasi hambatan ini. Artikel ini menekankan perlunya pelatihan lanjutan dan pendekatan berkelanjutan dalam mendukung pembelajaran di SMA Kristen YBPK Sitiarjo. Upaya ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang interaktif dan mendukung perkembangan kemampuan siswa di era digital saat ini.

Dari kegiatan pengabdian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman guru tentang pembelajaran berbasis teknologi informasi/digital, berikut aspek-aspek yang ada didalamnya, memang benar perlu ditingkatkan.Peningkatan pemahaman guru tentang teknologi informasi sangat penting guna mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi siswa.Akan tetapi, hal ini masih menjadi kendala bagi para guru karena berbagai keterbatasan yang dihadapi.Dari paparan yang diberikan tentang pembelajaran berbasis teknologi informasi, para guru di SMA Kristen YBPK Sitiarjo memperoleh pemahaman bagaimana teknologi informasi diintegrasikan dalam proses pembelajaran.Sedangkan pada paparan selanjutnya, para guru dapat mengetahui bagaimana media sosial dan aplikasi media pembelajaran dapat digunakan untuk mendukung pembelajaran yang interaktif dan berbasis pada siswa.Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat di SMA Kristen YBPK Sitiarjo ini, keterbatasan waktu workshop menyebabkan guru tidak dapat mempraktikkan penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi informasi sesuai dengan rencana pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang mereka ampu.Oleh sebab itu, workshop ini perlu dilakukan secara berkelanjutan dan lebih spesifik dengan tujuan agar para guru dapat membuat rancangan pembelajaran berbasis teknologi informasi dan berbagai metode pembelajaran.Sejalan dengan itu, pemahaman dan keterampilan para guru di SMA Kristen YBPK Sitiarjo dalam menggunakan media pembelajaran digital juga meningkat.

Beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan temuan dalam artikel ini meliputi: (1) Penelitian tentang dampak penggunaan metode flipped classroom terhadap keterlibatan siswa di sekolah dengan keterbatasan akses internet, dengan fokus pada strategi alternatif untuk memastikan partisipasi aktif siswa meskipun tidak semua dapat mengakses materi daring. (2) Studi mengenai efektivitas pembelajaran campuran (blended learning) dalam meningkatkan kemampuan guru di daerah pedesaan, khususnya dalam konteks pembagian peran antara pembelajaran konvensional dan daring. (3) Analisis kualitas pelatihan guru menggunakan platform digital seperti Google Classroom dan Telegram, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti ketersediaan perangkat, keterampilan teknis, dan kebutuhan adaptasi metode pengajaran yang berbeda. Ketiga arah penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran yang lebih inklusif dan berkelanjutan, serta memperkuat kapasitas guru dalam menghadapi tantangan teknologi di era digital.

  1. Meningkatkan Profesionalisme Guru: Sebuah Harapan | Jurnal Ekonomi dan Pendidikan. guru harapan jurnal... journal.uny.ac.id/index.php/jep/article/view/665Meningkatkan Profesionalisme Guru Sebuah Harapan Jurnal Ekonomi dan Pendidikan guru harapan jurnal journal uny ac index php jep article view 665
  2. PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN | JEA... jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/jurnalaud/article/view/7735PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONALISME GURU DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN PEMBELAJARAN JEA jurnal uin antasari ac index php jurnalaud article view 7735
  3. PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMP NEGERI 02 LINGGANG BIGUNG... doi.org/10.52239/jar.v5i4.885PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEBAGAI SARANA PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DI SMP NEGERI 02 LINGGANG BIGUNG doi 10 52239 jar v5i4 885
  4. Kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar | Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan... jurnal.iicet.org/index.php/j-edu/article/view/1176Kompetensi guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan jurnal iicet index php j edu article view 1176
Read online
File size409.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test