UBMUBM

PsibernetikaPsibernetika

Era kenormalan baru ditandai dengan peralihan mobilitas dimana individu kembali mulai beraktivitas di luar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan 3M, dimana perubahan tersebut dapat memicu berbagai respon psikologis, salah satunya adalah stres. Individu lalu diharapkan dapat melakukan koping untuk meredakan dampak stres yang jika berlangsung lebih lama dapat mengakibatkan masalah psikologis yang lebih serius. Regulasi emosi kognitif sebagai salah satu koping yang dapat dilakukan, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran regulasi emosi kognitif terhadap stres pada era kenormalan baru COVID-19. Penelitian ini juga melihat peran masing-masing dimensi regulasi emosi kognitif terhadap stres. Partisipan penelitian berjumlah 204 orang berusia 20 - 60 tahun dengan teknik sampling acak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan regulasi emosi kognitif berperan terhadap stres pada era kenormalan baru COVID-19 (p < 0,05) dengan koefisien regresi sebesar -0,230. Sumbangan efektif sebesar 13,6% sehingga semakin tinggi skor regulasi emosi kognitif, maka ada kemungkinan semakin rendah skor stres pada era kenormalan baru COVID-19. Positive refocusing adalah dimensi regulasi emosi kognitif dengan nilai signifikansi sebesar 0,046 (p<0,05) dan sumbangan efektif sebesar 4,072% terhadap stres. Faktor demografis dan teori stres yang digunakan dapat ditinjau untuk penelitian selanjutnya.

Regulasi emosi kognitif memiliki peran signifikan dalam mengurangi stres pada era kenormalan baru COVID-19, dengan positive refocusing sebagai dimensi utama.Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi regulasi emosi kognitif dapat menjadi alat penting untuk mengelola stres.Namun, keterbatasan seperti jumlah item yang kurang representatif dan teori stres yang terbatas perlu diperbaiki dalam penelitian lanjutan.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran regulasi emosi kognitif dalam konteks budaya yang berbeda untuk memahami variasi respons psikologis. Selain itu, studi dapat mengkaji efektivitas strategi positive refocusing pada kelompok usia yang berbeda untuk mengoptimalkan intervensi. Terakhir, pengembangan model integratif yang menggabungkan regulasi kognitif dengan pendekatan manajemen stres berbasis teori baru dapat meningkatkan kualitas penelitian dalam bidang ini.

Read online
File size269.75 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test