UBMUBM

PsibernetikaPsibernetika

Tenaga kesehatan merupakan pekerjaan dengan resiko stress yang tinggi. Stres kerja ini harus bisa ditangani oleh tenaga kesehatan agar tidak mengganggu performa kerjanya. Tenaga kesehatan harus bisa mengetahui bagaimana cara untuk mengenali dan mencegah stresnya. Salah satu caranya yaitu dengan meningkatkan resiliensi. Resiliensi ini merupakan hal yang penting bagi seseorang untuk bangkit dan mengatasi kegagalan. Persepsi sebagai respon ini nantinya dapat memengaruhi bagaimana level resiliensi individu terhadap stres yang mereka hadapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap stress kerja pada tenaga kesehatan yang ada di desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain regresi non-linear. Penelitian ini dilakukan pada 247 tenaga kesehatan di wilayah kerja Puskesmas daerah Tapanuli Selatan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu The New Job Stress Scale dari Shukla dan Srivastava (2016) dan the Connor Davidson Resilience Scale (CDRISC 25) dari Connor dan Davidson (2003). Hasil penelitian membuktikan bahwa resiliensi secara signifikan berpengaruh terhadap stress kerja pada tenaga kesehatan yang ada di desa. Hasil tersebut dapa dilihat dari nilai signifikansi sebesar .013 (p < .05) dan nilai koefisien R2 (R-Square) sebesar .035 yang berarti bahwa resiliensi mempengaruhi stress kerja tenaga kesehatan di desa sebesar 3.5%. Sehingga, semakin tinggi resilience yang dimiliki maka semakin rendah stress kerja pada tenaga kesehatan yang ada di desa.

Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa terdapat pengaruh negatif resilience terhadap job stress tenaga kesehatan di desa.Hal ini dapat diartikan bahwa tingkat job stress dapat diatasi oleh tenaga kesehatan dengan resilience yang mereka miliki.Sehingga, semakin tinggi resilience yang dimiliki maka semakin rendah stress kerja pada tenaga kesehatan yang ada di desa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan dengan fokus pada faktor-faktor lain yang memengaruhi stres kerja tenaga kesehatan di desa, seperti komitmen dalam organisasi, kepuasan kerja, motivasi, dan budaya organisasi. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengukur efektivitas program pelatihan kerja yang spesifik dan fleksibel dalam mendukung kesejahteraan psikologis tenaga kesehatan di desa. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengidentifikasi strategi koping yang efektif bagi tenaga kesehatan di desa dalam menghadapi stres kerja dan meningkatkan resiliensi mereka.

  1. Full article: Resilience definitions, theory, and challenges: interdisciplinary perspectives. full article... tandfonline.com/doi/full/10.3402/ejpt.v5.25338Full article Resilience definitions theory and challenges interdisciplinary perspectives full article tandfonline doi full 10 3402 ejpt v5 25338
Read online
File size395.32 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test