UNMUHUNMUH

The Indonesian Journal of Health ScienceThe Indonesian Journal of Health Science

Workload adalah tuntutan kerja yang meliputi aspek fisik, mental, dan emosional yang dapat memengaruhi kinerja tenaga kerja. Occupational stress level merupakan keadaan ketegangan yang menimbulkan disfungsi fisik, mental, dan psikologis. Beban kerja yang tinggi akibat kompleksitas tugas dan sumber daya yang tidak memadai berpotensi meningkatkan stres kerja pada perawat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan korelasional cross-sectional. Populasi berjumlah 41 perawat ICU dan ICCU RSUD dr. H. Koesnadi Bondowoso, dengan sampel sebanyak 37 perawat yang ditentukan menggunakan rumus slovin. Instrumen pengumpulan data adalah Job Content Questionnaire untuk variabel independen dan New Job Stress Scale untuk variabel dependen. Analisis data menggunakan uji Spearman rho. Hasil analisis data menunjukkan bahwa p value = 0,001 < 0,05 dengan koefisien korelasi (r) = 0,503 yang menunjukkan hubungan yang positif dalam kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan tingginya tuntutan kerja di ICU dan ICCU berkontribusi terhadap meningkatnya stres kerja perawat.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa workload perawat ICU dan ICCU di RSUD dr.Koesnadi Bondowoso berada pada kategori sedang, occupational stress level perawat ICU dan ICCU di RSUD dr.Koesnadi Bondowoso juga berada pada kategori sedang, dan terdapat hubungan positif yang signifikan antara workload dan occupational stress level perawat di ruang perawatan intensif tersebut.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada manajemen rumah sakit untuk melakukan audit beban kerja secara rutin dengan mempertimbangkan jumlah pasien, jumlah tenaga, pembagian tugas yang seimbang, serta sistem shift yang adil guna mengurangi tekanan kerja berlebih pada perawat. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan dukungan psikososial dan menyediakan sumber daya yang memadai sebagai langkah strategis dalam menjaga kesejahteraan mental perawat di ruang ICU dan ICCU. Lebih lanjut, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menginvestigasi efektivitas intervensi berbasis mindfulness dalam mengurangi stres kerja perawat, mengeksplorasi hubungan antara gaya kepemimpinan transformasional dengan tingkat stres kerja perawat, dan menganalisis pengaruh rotasi tugas terhadap kesejahteraan psikologis dan kinerja perawat di ruang intensif. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang memengaruhi stres kerja perawat dan membantu mengembangkan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.

  1. Rev. Psicol., Organ. Trab. - Números disponíveis. rev psicol organ trab meros dispon veis... doi.org/10.5935/rpot/2021.2.21253Rev Psicol Organ Trab Nymeros disponyveis rev psicol organ trab meros dispon veis doi 10 5935 rpot 2021 2 21253
  2. Effect of Nursing Workload in Intensive Care Units | Cureus. effect nursing workload intensive care units... doi.org/10.7759/cureus.12674Effect of Nursing Workload in Intensive Care Units Cureus effect nursing workload intensive care units doi 10 7759 cureus 12674
  3. Gambaran Beban Kerja Dan Stres Kerja Perawat Intensive Care Unit Di Provinsi Gorontalo | Jurnal Ners.... doi.org/10.31004/jn.v7i1.12659Gambaran Beban Kerja Dan Stres Kerja Perawat Intensive Care Unit Di Provinsi Gorontalo Jurnal Ners doi 10 31004 jn v7i1 12659
  4. The nurses’ occupational stress components and outcomes, findings from an integrative review... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/nop2.780The nursesyAAAo occupational stress components and outcomes findings from an integrative review onlinelibrary wiley doi 10 1002 nop2 780
  5. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stres pada Tenaga Kesehatan di Klinik Pratama Radjak Grup... doi.org/10.37012/jkmp.v1i1.550Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Stres pada Tenaga Kesehatan di Klinik Pratama Radjak Grup doi 10 37012 jkmp v1i1 550
Read online
File size310.38 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test