POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG
Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and ScienceMalaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Plasmodium. Diagnosis mikroskopis dengan memeriksa sediaan apusan darah tebal dan tipis yang diwarnai dengan Giemsa masih merupakan “gold standard. Pemberian Giemsa pada umumnya dengan cara menggenangi seluruh sedian darah seperti pada prosedur pembuatan preparat malaria dan pemberian Giemsa dengan cara direndam dalam cat Giemsa seperti prosedur pembuatan sedian sitologi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas preparat malaria yang diwarnani dengan teknik digenangi larutan Giemsa dibandingkan dengan preparat malaria yang diwarnai dengan teknik direndam dalam larutan Giemsa. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan design static grup comparison, 40 sampel darah yang mengandung Plasmodium dibuat sebanyak 80 preparat yang diwarnai dengan teknik digenang dan direndam dalam larutan Giemsa. Dari penelitian yang dilakukan didapatkan hasil pewarnaan dengan teknik digenang sebanyak 35 sediaan dengan kualitas baik dan 5 sediaan dengan kualitas tidak baik dan pewarnaan dengan teknik direndam terdapat 48 preparat dengan kualitas baik dan 2 sediaan dengan kualitas tidak baik. Hasil uji statistic menggunakan uji Mc Nemar didapatkan nilai sig. sebesar 0,453 (> 0,05). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara preparat yang diwarnai dengan teknik digenangi dan direndam dalam larutan Giemsa.
Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara preparat malaria yang diwarnai dengan teknik digenangi dan direndam dalam larutan Giemsa.Kedua teknik pewarnaan menghasilkan kualitas preparat yang serupa, meskipun terdapat sedikit perbedaan dalam jumlah preparat dengan kualitas baik dan tidak baik.Penelitian ini memberikan informasi penting bagi petugas laboratorium dalam memilih teknik pewarnaan yang paling efisien dan sesuai dengan kondisi yang tersedia.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji pengaruh konsentrasi dan waktu pewarnaan Giemsa yang optimal pada kedua teknik pewarnaan, dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas preparat malaria. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada perbandingan efisiensi penggunaan larutan Giemsa pada kedua teknik pewarnaan, dengan mempertimbangkan biaya dan ketersediaan bahan. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh faktor-faktor lain, seperti kualitas buffer pengencer dan kondisi penyimpanan larutan Giemsa, terhadap kualitas preparat malaria yang dihasilkan.
| File size | 225.67 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Breakpoint Cluster Region Abelson (BCR-ABL) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ekspresi fusi protein BCR-ABL yang dapat digunakan untuk mengidentifikasiBreakpoint Cluster Region Abelson (BCR-ABL) adalah pemeriksaan untuk mendeteksi ekspresi fusi protein BCR-ABL yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG ISK banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan dan berdasarkan usia terbanyak terjadi pada anak-anak 1-15 tahun. Pola kuman penyebab infeksi saluran kemihISK banyak terjadi pada jenis kelamin perempuan dan berdasarkan usia terbanyak terjadi pada anak-anak 1-15 tahun. Pola kuman penyebab infeksi saluran kemih
UNMUHUNMUH Model regresi linier ganda yang diperoleh adalah komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia 0,629 Masker 0,426 Lingker. Kesimpulannya usia, masa kerja, dan lingkunganModel regresi linier ganda yang diperoleh adalah komitmen kerja= 40,347 - 0,404 Usia 0,629 Masker 0,426 Lingker. Kesimpulannya usia, masa kerja, dan lingkungan
UNMUHUNMUH Temuan ini patut ditindaklanjuti dengan penelitian lain yang menggunakan metodologi yang lebih ketat khususnya variabel perancu. Penelitian ini sangatTemuan ini patut ditindaklanjuti dengan penelitian lain yang menggunakan metodologi yang lebih ketat khususnya variabel perancu. Penelitian ini sangat
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Kesimpulan: Berdasarkan analisa, pasien demam tifoid sebagian besar disertai dengan peningkatan kadar CRP. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besarKesimpulan: Berdasarkan analisa, pasien demam tifoid sebagian besar disertai dengan peningkatan kadar CRP. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Evaluasi terhadap kualitas pelayanan dilakukan secara berkala untuk memastikan kepuasan masyarakat. Faktor kualitas pelayanan memiliki dampak yang signifikanEvaluasi terhadap kualitas pelayanan dilakukan secara berkala untuk memastikan kepuasan masyarakat. Faktor kualitas pelayanan memiliki dampak yang signifikan
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Tahun 2022, 160 kasus dicurigai menderita BTA, 100 di antaranya positif BTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi penderita TuberkulosisTahun 2022, 160 kasus dicurigai menderita BTA, 100 di antaranya positif BTA. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan prevalensi penderita Tuberkulosis
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Hasil penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 6 dari 33 anak (18,2%) yang positif infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). BerdasarkanHasil penelitian: Dari hasil penelitian didapatkan sebanyak 6 dari 33 anak (18,2%) yang positif infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis). Berdasarkan
Useful /
UNMUHUNMUH Analisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat IMS dengan jenis kanker, yang menunjukkan bahwa riwayatAnalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara riwayat IMS dengan jenis kanker, yang menunjukkan bahwa riwayat
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Terapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin yang progresif selama pengobatan, baik pada fase intensif maupun faseTerapi Obat Anti Tuberkulosis (OAT) berhubungan dengan penurunan kadar hemoglobin yang progresif selama pengobatan, baik pada fase intensif maupun fase
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Metode: Eksperimen komparatif dengan sampel air perasa jeruk lemon konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Hasil: Berdasarkan uji Kruskal-Wallis diperolehMetode: Eksperimen komparatif dengan sampel air perasa jeruk lemon konsentrasi 20%, 40%, 60%, 80%, dan 100%. Hasil: Berdasarkan uji Kruskal-Wallis diperoleh
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor karakteristik (pengetahuan, sikap, perilaku) serta tekanan darah sistolPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor karakteristik (pengetahuan, sikap, perilaku) serta tekanan darah sistol