STAIKUSTAIKU
Glosains: Jurnal Sains Global IndonesiaGlosains: Jurnal Sains Global IndonesiaBackground: Customer service employees operate in emotionally demanding environments characterized by high job demands, performance monitoring, and continuous interpersonal interaction. Such conditions potentially increase job stress and threaten psychological well-being. Objective: This study examines whether emotion regulation mediates the relationship between job stress and psychological well-being among customer service employees in Indonesia. Methods: A quantitative approach with a mediational correlational design was employed involving 258 customer service employees in Indonesia selected through purposive sampling. The research instruments included a job stress scale, the Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), and the Psychological Well-Being (PWB) scale. Data analysis was conducted using path analysis via Hayes PROCESS Macro Model 4. Results: Job stress was not significantly associated with psychological well-being (β = 0.0415, p > .05). Emotion regulation did not significantly predict psychological well-being and did not mediate the relationship between job stress and psychological well-being (95% CI [-0.0113, 0.0101]). Conclusion: The findings suggest that psychological well-being in this sector may be maintained by broader organizational and social resources rather than individual emotion regulation strategies alone.
The study concludes that job stress does not have a significant effect on psychological well-being in customer service employees, and emotion regulation does not mediate the relationship between job stress and psychological well-being.These findings suggest that employee psychological well-being is likely maintained by broader organizational and social resources rather than individual emotion regulation strategies.Further research should consider alternative mediating variables and employ longitudinal designs to enhance theoretical development and generalizability.
Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengeksplorasi peran faktor-faktor kontekstual seperti dukungan organisasi dan spiritualitas dalam memoderasi hubungan antara stres kerja dan kesejahteraan psikologis, mengingat pentingnya nilai-nilai ini dalam budaya Indonesia. Selain itu, studi longitudinal yang melibatkan sektor layanan yang lebih luas dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang mekanisme psikologis yang mendasari kesejahteraan karyawan. Terakhir, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi intervensi berbasis organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan sumber daya psikologis karyawan, seperti otonomi kerja dan dukungan sosial, sebagai upaya preventif terhadap penurunan kesejahteraan psikologis di lingkungan kerja yang penuh tekanan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana organisasi dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan mendukung bagi karyawan, serta meningkatkan pemahaman teoritis tentang dinamika kesejahteraan psikologis di tempat kerja.
- The Influence of Workload Towards Burnout Among Generation Z Employees in Indonesia: The Mediation Role... journal.perbanas.ac.id/index.php/jebav/article/view/4519The Influence of Workload Towards Burnout Among Generation Z Employees in Indonesia The Mediation Role journal perbanas ac index php jebav article view 4519
- A Revisionist History Approach to the Study of Emotional Labor: Have We Forgotten Display Rules and Service... doi.org/10.1177/10564926241261897A Revisionist History Approach to the Study of Emotional Labor Have We Forgotten Display Rules and Service doi 10 1177 10564926241261897
- The Role of Emotion Regulation as a Mediator between Job Stress and Psychological Well-Being in Customer... glosains.staiku.ac.id/index.php/Glosains/article/view/659The Role of Emotion Regulation as a Mediator between Job Stress and Psychological Well Being in Customer glosains staiku ac index php Glosains article view 659
| File size | 210.76 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
SIDUCATSIDUCAT Sebaliknya, Harun Nasution menekankan bahwa akal memiliki posisi tinggi dalam Islam tetapi harus selaras dengan wahyu, terutama dalam memahami teologiSebaliknya, Harun Nasution menekankan bahwa akal memiliki posisi tinggi dalam Islam tetapi harus selaras dengan wahyu, terutama dalam memahami teologi
UNIVMEDUNIVMED Protein retinoblastoma (pRb) berinteraksi dengan onkoprotein HPV, menyebabkan destabilisasi, instabilitas genomik, dan karsinogenesis. Penelitian ini bertujuanProtein retinoblastoma (pRb) berinteraksi dengan onkoprotein HPV, menyebabkan destabilisasi, instabilitas genomik, dan karsinogenesis. Penelitian ini bertujuan
MALAHAYATIMALAHAYATI Hasil survei mengindikasikan adanya pola yang konsisten antara situasi hidup di pesantren dengan meningkatkan risiko penularan skabies. Pemahaman yangHasil survei mengindikasikan adanya pola yang konsisten antara situasi hidup di pesantren dengan meningkatkan risiko penularan skabies. Pemahaman yang
UNIKAMAUNIKAMA Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sistem informasi akuntansi berbasis komputer yang dapat mempercepat pencatatan transaksi, mempermudah pembuatanUntuk mengatasi masalah ini, diperlukan sistem informasi akuntansi berbasis komputer yang dapat mempercepat pencatatan transaksi, mempermudah pembuatan
MALAHAYATIMALAHAYATI Salah satu faktor risiko penting adalah kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, seperti ventilasi tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi,Salah satu faktor risiko penting adalah kondisi sanitasi lingkungan yang buruk, seperti ventilasi tidak memadai, pencahayaan rendah, kepadatan hunian tinggi,
UNIBAUNIBA Pertumbuhan gigi susu menunjukkan suatu gambaran gizi bayi karena jika nutrisi nya cukup maka akan mempengaruhi percepatan pertumbuhan gigi bayi, sehinggaPertumbuhan gigi susu menunjukkan suatu gambaran gizi bayi karena jika nutrisi nya cukup maka akan mempengaruhi percepatan pertumbuhan gigi bayi, sehingga
UPI YAIUPI YAI Hasil Penelitian diperoleh hasil r = 0,294 dan p = 0. 000 < 0,05. Maka (Ho1):“tidak ada hubungan antara Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal padaHasil Penelitian diperoleh hasil r = 0,294 dan p = 0. 000 < 0,05. Maka (Ho1):“tidak ada hubungan antara Konsep Diri dengan Komunikasi Interpersonal pada
MAHADEWAMAHADEWA Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 1 poin akan meningkatkan sikap terhadap lingkungan sebesar 0,88Dari persamaan tersebut dapat disimpulkan bahwa peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 1 poin akan meningkatkan sikap terhadap lingkungan sebesar 0,88
Useful /
PENELITIPENELITI Desain penelitian mencakup pendekatan dan jenis riset beserta implikasi teknik analisis yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepalaDesain penelitian mencakup pendekatan dan jenis riset beserta implikasi teknik analisis yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi kepala
PENELITIPENELITI The purpose of this analysis is to find another way of learning English by using a group chat platform. The method that we will use is by joining a groupThe purpose of this analysis is to find another way of learning English by using a group chat platform. The method that we will use is by joining a group
POLIBATAMPOLIBATAM The film stresses on the side of his editing, and is expected to later can add insight into the young film makers in the world of cinema. Berdasarkan penelitianThe film stresses on the side of his editing, and is expected to later can add insight into the young film makers in the world of cinema. Berdasarkan penelitian
SIDUCATSIDUCAT Masyarakat Suku Bugis telah tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng, Sinjai, Bulukumba, Barru, Pare-Pare, Sidrap, Pinrang,Masyarakat Suku Bugis telah tersebar di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Bone, Wajo, Soppeng, Sinjai, Bulukumba, Barru, Pare-Pare, Sidrap, Pinrang,