UNAIUNAI

Jurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent IndonesiaJurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan keyakinan dasar Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMAHK) dengan tradisi Calvinisme mengenai Sabat, makanan, ibadah, dan pradestinasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pemahaman GMAHK mengenai keyakinan dasar tentang Sabat lebih sesuai dengan Alkitab dibandingkan tradisi Calvinis. Keyakinan GMAHK mengenai makanan juga lebih alkitabiah dan praktiknya sesuai dengan Alkitab dibandingkan Calvinisme. Pemahaman dan praktik ibadah GMAHK dengan Calvinisme secara prosedural hampir sama. Adapun mengenai pradestinasi, terdapat perbedaan pandangan, di mana GMAHK dianggap lebih sesuai dengan Alkitab. GMAHK memiliki keyakinan dan praktik yang berdasarkan Alkitab, sedangkan Calvinisme memiliki pemahaman berdasarkan interpretasi para reformator gereja seperti Yohanes Calvin dan gereja secara umum. Penelitian ini menyarankan kedua denominasi untuk menyelaraskan pemahaman berdasarkan Alkitab agar tidak menambah atau mengurangi pemahaman yang sebenarnya, meskipun terdapat kesamaan dalam pelaksanaan ibadah.

Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh memiliki pemahaman tentang Sabat, makanan, dan pradestinasi yang lebih sesuai dengan Alkitab dibandingkan tradisi Calvinis.Dalam praktik ibadah, kedua aliran tersebut memiliki kesamaan prosedural meskipun hari peribadatannya berbeda.Perbedaan mendasar terletak pada dasar otoritas keyakinan, yaitu Alkitab secara langsung bagi GMAHK, sedangkan Calvinis berpegang pada interpretasi para reformator gereja.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana interpretasi alkitabiah mengenai hari Sabat memengaruhi identitas keagamaan dan kesehatan jasmani jemaat dalam konteks budaya modern, mengingat GMAHK menekankan Sabat Sabtu sebagai hari kudus dan waktu istirahat. Kedua, perlu dilakukan penelitian komparatif tentang konsep makanan bersih dan tidak bersih dalam tradisi Protestan, khususnya mengapa sebagian besar denominasi seperti Calvinis tidak lagi mengikuti hukum pangan Perjanjian Lama, sementara GMAHK tetap mempertahankannya sebagai bagian dari iman dan gaya hidup sehat. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi bagaimana doktrin pradestinasi yang kaku dalam Calvinisme dibandingkan dengan konsep kebebasan memilih dalam GMAHK memengaruhi motivasi spiritual, tanggung jawab moral, dan pengalaman keselamatan individu jemaat, sehingga dapat dipahami dampak teologis dan psikologis dari kedua pandangan tersebut dalam kehidupan beragama sehari-hari. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan studi ini dengan pendekatan yang lebih kontekstual dan empiris tanpa keluar dari kerangka alkitabiah yang menjadi dasar kedua aliran tersebut.

Read online
File size200.79 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test