UBMUBM

PsibernetikaPsibernetika

Persentase pengangguran terdidik di Indonesia meningkat secara signifikan sehingga memunculkan berbagai reaksi emosional. Pengangguran terdidik memerlukan dukungan dan bantuan dari orang-orang di lingkungan sekitarnya. Akan tetapi, belum ada ditemukan penelitian yang mengkaji terkait pengaruh dukungan sosial terhadap psychological Well-Being pada pengangguran terdidik. Psychological Well-Being pengangguran menjadi salah satu aspek yang membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan dan orang sekitar dimana individu berusaha menemukan karir atau pekerjaan yang tepat. Peneliti ingin melihat hubungan sosial yang positif menjadi salah satu bagian dukungan yang bisa diterima pengangguran, tentang kebermaknaan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh dukungan sosial terhadap psychological well-being pada pengangguran terdidik. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain korelasi sebab-akibat. Sejumlah 116 orang direkrut dengan menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur Psychological Well-being Scale (PWBS) oleh Atikasari (2019) berdasarkan Ryff (1989) dan Social Provisions Scale oleh Cutrona dan Russell (1987). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap psychological well-being pada pengangguran terdidik. Hasil juga menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh sebesar 51,2% terhadap psychological well-being dan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan demikian, semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh oleh pengangguran terdidik, maka semakin tinggi pula psychological well-being yang dimilikinya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap psychological well-being pada pengangguran terdidik, dengan arah yang positif.Dengan demikian, semakin tinggi dukungan sosial yang diperoleh pengangguran terdidik, maka semakin tinggi yang psychological well-being yang dimilikinya.Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pengangguran terdidik yang menjadi subjek penelitian memiliki psychological well-being dan dukungan sosial dalam kategori sedang.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi peran berbagai jenis dukungan sosial, seperti dukungan emosional dan informasional, terhadap kesejahteraan psikologis pengangguran terdidik. Selain itu, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dukungan sosial pada kelompok ini. Terakhir, penelitian dapat mengkaji pengaruh faktor budaya terhadap hubungan antara dukungan sosial dan kesejahteraan psikologis, dengan memperluas sampel ke wilayah lain untuk memperkaya perspektif.

  1. A Longitudinal Mixed-Methods Case Study of Quarter-Life Crisis During the Post-university Transition:... doi.org/10.1177/2167696818764144A Longitudinal Mixed Methods Case Study of Quarter Life Crisis During the Post university Transition doi 10 1177 2167696818764144
  2. APA PsycNet. psycnet loading doi.org/10.1037/0022-3514.57.6.1069APA PsycNet psycnet loading doi 10 1037 0022 3514 57 6 1069
Read online
File size226.66 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test