UNESAUNESA

STEAM Journal For Elementary School EducationSTEAM Journal For Elementary School Education

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pembelajaran sekolah dasar serta menganalisis kesesuaian dengan prinsip Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan metode Review Literatur Sistematis (SLR) berdasarkan kerangka PRISMA 2020 untuk memastikan proses seleksi transparan dan terstruktur. Pencarian literatur dilakukan di beberapa basis data akademik seperti Google Scholar, Garuda, dan Web of Science, dengan fokus pada publikasi tahun 2021 hingga 2025. Dari 999 artikel awal, 15 studi memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis melalui sintesis kualitatif. Hasil menunjukkan bahwa integrasi STEAM dalam pendidikan dasar mengikuti pola sistematis yang didasarkan pada prinsip konstruktivis dan pembelajaran berbasis peserta didik, utamanya melalui model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL), Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), dan pembelajaran berbasis inkuiri. Pendekatan ini memberikan pengalaman belajar lintas disiplin dan kontekstual. Secara empiris, implementasi STEAM telah menunjukkan peningkatan signifikan pada kompetensi abad ke-21 peserta didik, termasuk berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, serta meningkatkan literasi sains dan kemampuan pemecahan masalah. Namun, beberapa tantangan tetap ada, terutama terkait keterbatasan infrastruktur teknologi, keterbatasan waktu, dan kesiapan pedagogis guru. Praktik terbaik yang diidentifikasi termasuk penggunaan strategi pembelajaran digital berbasis STEAM dan pengembangan profesional berkelanjutan. Integrasi STEAM dalam Kurikulum Merdeka menawarkan kerangka yang menjanjikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar, meskipun efektivitasnya bergantung pada dukungan institusional yang berkelanjutan, pembangunan kapasitas guru, dan sumber daya teknologi yang memadai.

Berdasarkan ulasan literatur sistematis dari 15 artikel yang dipilih, studi ini menunjukkan bahwa pola integrasi pendekatan STEAM dalam pendidikan dasar dibangun secara sistematis melalui dasar konstruktivis yang berorientasi pada pembelajaran berbasis peserta didik, serta diterapkan melalui model Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL), Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL), dan pembelajaran berbasis inkuiri.Model-model ini menjadi pendekatan instruksional utama dalam mendukung implementasi STEAM kontekstual dan lintas disiplin.Secara empiris, implementasi STEAM menunjukkan dampak signifikan terhadap pengembangan kompetensi abad ke-21 peserta didik, khususnya dalam berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, serta memperkuat literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah.Selain itu, pendekatan STEAM menunjukkan kesesuaian kuat dengan prinsip-prinsip Kurikulum Merdeka, terutama dalam mendorong pembelajaran mandiri, instruksi berbeda, dan penguatan Profil Pancasila Siswa melalui pengalaman belajar yang bermakna dan relevan konteks.Namun, meskipun memiliki potensi besar, implementasi STEAM masih menghadapi beberapa tantangan, terutama terkait kesiapan pedagogis guru, keterbatasan infrastruktur teknologi, dan kompleksitas perencanaan pembelajaran berbasis proyek.Temuan ini menunjukkan bahwa keberhasilan integrasi STEAM tidak hanya bergantung pada kesesuaian konseptual tetapi juga pada dukungan pendidikan sistemik.Praktik terbaik yang diidentifikasi termasuk penggunaan modul pembelajaran digital berbasis STEAM, pelaksanaan aktivitas pembelajaran kolaboratif, dan program pengembangan profesional berkelanjutan bagi guru.Oleh karena itu, penguatan kapasitas guru dan peningkatan infrastruktur teknologi menjadi faktor penting dalam mengoptimalkan integrasi STEAM dalam Kurikulum Merdeka, memastikan sinergi ini dapat diimplementasikan secara lebih efektif, berkelanjutan, dan berdampak luas terhadap kualitas pendidikan dasar.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada dampak pelatihan guru berbasis STEAM terhadap kesiapan pedagogis dalam menerapkan pendekatan ini di sekolah dasar. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi peran sumber daya komunitas dalam mengatasi keterbatasan infrastruktur teknologi di daerah pedesaan. Penelitian lain bisa menginvestigasi efek jangka panjang integrasi STEAM terhadap perkembangan kompetensi abad ke-21 peserta didik di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian juga bisa membandingkan efektivitas model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) dengan pendekatan inkuiri dalam meningkatkan literasi sains. Selain itu, perlu dikaji lebih lanjut tentang bagaimana pengintegrasian nilai-nilai Pancasila dalam desain pembelajaran STEAM dapat diperkuat. Penelitian juga bisa mengevaluasi dampak penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran STEAM terhadap partisipasi aktif peserta didik. Selain itu, studi tentang pengembangan modul pembelajaran STEAM yang adaptif terhadap berbagai konteks budaya lokal bisa menjadi arah penelitian yang relevan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi keterkaitan antara kebijakan kurikulum nasional dan implementasi STEAM dalam konteks sekolah inklusi. Selain itu, penting untuk mengevaluasi peran kepemimpinan sekolah dalam mendukung inovasi pembelajaran STEAM. Akhirnya, penelitian lanjutan dapat memfokuskan pada pengembangan alat penilaian yang komprehensif untuk mengukur pencapaian kompetensi abad ke-21 dalam pembelajaran STEAM.

  1. Application of STEAM in PBL to Improve Creativity and Science Learning Outcomes: Case Study of Learning... doi.org/10.29303/jppipa.v11i3.10478Application of STEAM in PBL to Improve Creativity and Science Learning Outcomes Case Study of Learning doi 10 29303 jppipa v11i3 10478
Read online
File size614.03 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test