UNSRIUNSRI

IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Kitosan, biopolimer kationik alami, semakin populer dalam sistem penghantaran obat (DDS) canggih karena sifat biodegradabilitas dan mukoadhesifnya. Namun, efektivitas terapeutiknya sering terhambat oleh kelarutan yang lemah pada pH fisiologis dan stabilitas mekanik yang tidak memadai. Makalah ini memberikan tinjauan menyeluruh tentang kemajuan terbaru (hingga 2025) dalam fungsionalisasi kitosan untuk mengatasi kendala tersebut. Artikel ilmiah dikumpulkan dari pencarian basis data daring di Science Direct, PubMed, dan Google Scholar. Modifikasi kimia seperti pengikatan silang sintetis dan alami (misalnya, glutaraldehida, TPP, genipin, vanilin dan asam tanat), karboksilasi, alkilasi, asilasi, reaksi kuaternisasi, kopolimerisasi cangkok dan pembentukan basa Schiff yang sensitif terhadap pH telah memungkinkan pengembangan nanokarier responsif rangsangan pintar untuk terapi kanker dan gen yang ditargetkan. Secara bersamaan, pendekatan fisik seperti iradiasi gamma menyediakan jalur hijau untuk menghasilkan kitosan dengan kemurnian tinggi, berat molekul rendah dan bioaktivitas yang meningkat. Selain bertindak sebagai pembawa inert, kitosan yang dimodifikasi menunjukkan aktivitas antibakteri, antioksidan, antikanker dan imunomodulator intrinsik yang ampuh secara signifikan meningkatkan indeks terapeutik obat-obatan yang dikapsulasi seperti paclitaxel dan curcumin. Tinjauan ini menetapkan peta jalan untuk translasi klinis turunan kitosan multifungsi dalam nanomedisin dengan menjembatani perbedaan antara mekanisme modifikasi spesifik dan kemanjuran biologisnya.

Penilaian menyeluruh terhadap berbagai strategi modifikasi (kimia dan fisik) kitosan, termasuk cross-linking (sintetis dan alami), carboxylation, quaternization, dan graft copolymerization, menekankan versatilitas biopolimer ini sebagai kandidat unggul untuk sistem penghantaran obat yang ditingkatkan.Kombinasi antara Schiff base chemistry dan graft copolymerization telah memungkinkan pengembangan nanokarier smart yang responsif terhadap rangsangan, menyediakan pelepasan obat yang akurat dan spesifik lokasi, terutama dalam lingkungan tumor yang bersifat asam.Secara bersamaan, modifikasi fisik seperti iradiasi gamma dan ultrasonic treatment menawarkan alternatif hijau untuk menghasilkan kitosan dengan berat molekul rendah dan bioaktivitas yang ditingkatkan, yang diperlukan untuk aplikasi biomedis.Sifat biologis yang dibahas, termasuk antibakteri, antioksidan, antikanker, dan imunomodulatori, menunjukkan bahwa turunan kitosan lebih dari sekadar pembawa inert, tetapi juga meningkatkan indeks terapeutik secara signifikan sambil mempertahankan biokompatibilitas yang baik dan toksisitas sistemik yang rendah.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi berbagai tantangan yang tersisa, termasuk standarisasi protokol modifikasi untuk memastikan reproduksibilitas batch-to-batch, mengurangi kekhawatiran toksisitas residu dari agen sintetik seperti glutaraldehida dan ECH, dan mengeksplorasi pengembangan sistem responsif multi-rangsangan untuk meningkatkan presisi pelepasan obat on-demand.Selain itu, studi yang lebih kompleks pada model hewan diperlukan untuk memahami lebih lanjut jalur metabolisme dan eliminasi nanopartikel kitosan yang dimodifikasi dari sirkulasi sistemik.Fokus pada cross-linker alami (misalnya, genipin, vanilin, dan asam tanat) dan pengolahan berbasis radiasi dapat menjamin keamanan pasien yang optimal.Secara keseluruhan, transformasi kitosan dari biopolimer sederhana menjadi biomaterial multifungsi membuka era baru dalam nanomedisin, dengan potensi untuk merevolusi terapi yang ditargetkan untuk penyakit kronis dan patogen infeksi.

Untuk mendorong penerapan klinis turunan kitosan multifungsi dalam nanomedisin, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan sistem responsif multi-rangsangan yang dapat menyesuaikan pelepasan obat secara tepat waktu dan spesifik lokasi. Selain itu, studi yang lebih mendalam tentang efek dosis dan waktu paparan terhadap profil keamanan dan toksisitas turunan kitosan diperlukan untuk memastikan keamanan pasien. Akhirnya, penelitian yang menyelidiki interaksi antara turunan kitosan dan sistem imun dapat memberikan wawasan berharga tentang potensi imunomodulator mereka, yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan terapi yang ditargetkan untuk penyakit autoimun dan infeksi.

  1. DOI Name 10.1002 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support namespace... doi.org/10.1002DOI Name 10 1002 Values name values index type timestamp data serv crossref email support namespace doi 10 1002
Read online
File size730.2 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test