PD PGMIPD PGMI

JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education)JMIE (Journal of Madrasah Ibtidaiyah Education)

Globalisasi dan modernisasi saat ini mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai pelestarian nilai-nilai budaya tradisional di Indonesia. Identitas mulia masyarakat Indonesia telah dikenal dengan keunikan keragaman dan karakteristik budayanya. Namun, saat ini mulai terganggu oleh budaya asing yang dipicu oleh globalisasi dan modernisasi, yang telah mempengaruhi identitas anak bangsa. Dikemukakan bahwa salah satu tantangan di era globalisasi ini adalah ancaman terhadap budaya dan kepribadian bangsa yang ada saat ini. Era modern dimulai ketika memasuki era milenium, ditandai dengan munculnya inovasi telekomunikasi yang berdampak pada kecepatan perkembangan. Perkembangan telekomunikasi dan teknologi menempati urutan pertama dalam membawa perubahan pada kondisi sosial. (Nasution, 2017).

Penelitian ini telah menghasilkan produk berupa Modul Pendidikan Pancasila Berbasis Budaya Lokal Minangkabau (Petatah-Petitih) untuk kelas IV SD/MI, yang telah melalui beberapa tahap penelitian menggunakan model 4D.Hasil validasi produk oleh tiga validator menyatakan bahwa produk tersebut valid.Yaitu, hasil validator 1 sebesar 90,78% dalam kategori sangat valid, hasil validator 2 sebesar 88,75% dalam kategori sangat valid, dan hasil validator 3 sebesar 95,94% dalam kategori sangat valid.Tingkat kepraktisan produk juga berada dalam kategori sangat praktis.yaitu, dalam uji kepraktisan siswa, angka yang diperoleh adalah 84,25%, dan dalam uji kepraktisan guru, angka yang diperoleh adalah 95%.Selain itu, karena modul yang dikembangkan mengintegrasikan budaya Minangkabau, tingkat ketahanan budaya siswa berada pada 88,10%, yang merupakan kategori sangat baik setelah menggunakan modul.Enam dimensi profil Pancasila muncul pada siswa yang menggunakan Modul Pendidikan Pancasila Berbasis Budaya Lokal Minangkabau (Petatah-Petitih).Dapat disimpulkan bahwa pengembangan Modul Pendidikan Pancasila Berbasis Budaya Lokal Minangkabau (Petatah-Petitih) dapat memperkuat profil Pancasila dan ketahanan budaya siswa.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, yaitu: . . 1. Mengembangkan modul pendidikan Pancasila berbasis budaya lokal yang lebih interaktif dan menarik, dengan memanfaatkan teknologi digital dan media sosial untuk meningkatkan minat siswa dan memperluas jangkauan pembelajaran. . . 2. Meneliti efektivitas modul pendidikan Pancasila dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai-nilai Pancasila dan budaya lokal, serta mengukur dampak jangka panjangnya terhadap karakter dan perilaku siswa. . . 3. Menganalisis peran guru dalam implementasi modul pendidikan Pancasila, termasuk pelatihan dan dukungan yang diperlukan untuk memastikan pengajaran yang efektif dan relevan dengan konteks budaya lokal. . . Dengan menggabungkan ide-ide penelitian ini, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan modul pendidikan Pancasila yang inovatif, efektif, dan berkelanjutan, serta memperkuat profil Pancasila dan ketahanan budaya siswa di era globalisasi.

  1. EMPOWERING STUDENTS' PANCASILA AWARENESS AND CULTURAL RESILIENCE THROUGH A LOCAL MINANGKABAU-BASED... doi.org/10.32934/jmie.v8i1.568EMPOWERING STUDENTS PANCASILA AWARENESS AND CULTURAL RESILIENCE THROUGH A LOCAL MINANGKABAU BASED doi 10 32934 jmie v8i1 568
Read online
File size555.45 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test