UNSRIUNSRI

IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Suatu daerah apabila terjadi pemusatan aktivitas penduduk akan menyebabkan terjadi pencemaran kualitas udara yang disebabkan transportasi. Dari data tahun 2011-2014 transportasi kota palembang mengalami kenaikan sekitar 3-5% tiap tahunnya terdiri dari mobil penumpang, bus, truk, sepeda motor dan kendaraan khusus. Transportasi di kota-kota besar merupakan sumber pencemaran udara yang terbesar, dimana 70% pencemaran udara perkotaan disebabkan oleh aktivitas kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor mengandung zat pencemaran, 60% dari pencemar yang dihasilkan terdiri dari CO dan sekitar 15% terdiri dari hidrokarbon yang tidak terbakar sempurna, NOX dan SOX. Tujuan penelitian untuk menganalisa kondisi kualitas udara di Kota Palembang. Pengambilan sampel udara dilakukan pengukuran parameter SO2, NO2 dan CO. Metode lokasi penelitian dilakukan dengan purposive sampling. Pemilihan lokasi pengambilan sampel yang berpotensi tercemar yaitu padat lalu lintas dan dilakukan selama satu jam di setiap lokasi pengambilan sampel meliputi Simpang Empat Charitas, Simpang Patal, Bundaran Mesjid Agung, Simpang Empat Lemabang dan Simpang Empat Plaju. Hasil pengukuran kualitas udara kadar SO2 menunjukkan kisaran nilai 112-208 µg/Nm³/Jam. Hasil pengukuran kadar NO2 menunjukkan nilai 45-227 µg/Nm³/Jam. Hasil pengukuran kualitas udara ambient karbon monoksida (CO) menunjukkan kisaran nilai 12.595-18.320 µg/Nm³/Jam. Hasil pengukuran SO2, NO2, dan CO menunjukkan jika di lima lokasi sampel berada dibawah nilai ambang batas yang ditetapkan berdasarkan peraturan pemerintah RI No. 41 Tahun 1999.

Hasil pengukuran kualitas udara menunjukkan bahwa Simpang Empat Plaju memiliki tingkat kontaminasi SO2, NO2, dan CO yang lebih tinggi dibandingkan lokasi lain.Semua lima lokasi memiliki hasil pengukuran polutan di bawah ambang batas yang ditetapkan oleh Peraturan Pemerintah No.Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun tingkat polusi di Palembang masih dalam batas aman, kecenderungan peningkatan jumlah kendaraan bermotor perlu diperhatikan untuk mencegah pencemaran udara di masa depan.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang paparan polutan udara terhadap kesehatan masyarakat Palembang, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Selain itu, penting untuk mengkaji efektivitas kebijakan pengendalian emisi kendaraan bermotor, seperti penggunaan bahan bakar bersih atau pengembangan sistem transportasi umum yang ramah lingkungan. Terakhir, penelitian juga dapat fokus pada pengaruh perubahan iklim terhadap kualitas udara di kota-kota besar, termasuk Palembang, dengan mempertimbangkan faktor-faktor meteorologis seperti kelembapan dan kecepatan angin yang mungkin memperburuk penyebaran polutan.

  1. Air Quality Analysis of SO2, NO2 and CO in Palembang City | Nofri | IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental... ijfac.unsri.ac.id/index.php/ijfac/article/view/73/34Air Quality Analysis of SO2 NO2 and CO in Palembang City Nofri IJFAC Indonesian Journal of Fundamental ijfac unsri ac index php ijfac article view 73 34
Read online
File size252.59 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test