ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh fortifikasi ikan layang (Decapterus sp) terhadap nilai gizi dan formulasi terbaik kerupuk singkong (Manihot esculenta). Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang fortifikasi ikan layang yang paling sesuai untuk kualitas kerupuk singkong berdasarkan sifat kimia kadar air, abu, protein, lemak, dan serat kasar. Penelitian ini dilakukan pada Juli-Agustus 2022. Pengujian proksimat dilakukan di Balai Penerapan Mutu Produk Perikanan (BPMPP) dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain percobaan Completely Randomized Design (CRD) yang terdiri dari 4 perlakuan. Berdasarkan uji ANOVA, hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi ikan layang (Decapterus sp) memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar protein, lemak, air, abu, dan serat kasar kerupuk singkong (Manihot esculenta). Berdasarkan uji lanjut menggunakan uji Tukey, ditemukan bahwa formulasi terbaik untuk fortifikasi ikan layang (Decapterus sp) pada kerupuk singkong (Manihot esculenta) adalah formulasi sampel D.

Berdasarkan uji ANOVA hasil penelitian menunjukkan bahwa fortifikasi ikan layang (Decapterus sp) berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kadar lemak, kadar air, kadar abu, dan kadar serat kasar kerupuk singkong (Manihot esculenta).Rata-rata hasil uji proksimat yaitu, kadar protein 0,4%, kadar lemak 22,20%, kadar air 3,43%, kadar abu 0,24%, dan kadar serat kasar 17,95%.Berdasarkan uji lanjut dengan uji Tukey diperoleh bahwa formulasi terbaik fortifikasi ikan layang (Decapterus sp) pada kerupuk singkong (Manihot esculenta) adalah formulasi pada sampel D.Formulasi ini memenuhi standar persyaratan mutu dan keamanan kerupuk ikan SNI 8646-2018, yaitu kadar protein minimal 2%, kadar lemak maksimal 30%, kadar air maksimal 4%, dan kadar abu maksimal 0,3%.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi pengaruh jenis ikan lain seperti ikan tuna atau ikan teri terhadap nutrisi kerupuk singkong. Selain itu, penelitian dapat mengkaji dampak fortifikasi dengan bahan nabati seperti tepung kacang hijau untuk meningkatkan kualitas gizi. Terakhir, studi tentang pengaruh durasi penyimpanan terhadap stabilitas nutrisi kerupuk singkong yang difortifikasi dapat menjadi arah penelitian baru untuk memperpanjang masa simpan produk.

Read online
File size380.23 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test