UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH

Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan FarmasiJurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang pengelolaannya sangat dipengaruhi oleh interaksi kompleks antara aspek psikologis, perilaku, dan biologis. Pendekatan psikoneuroimunologi menjelaskan bahwa kondisi stres yang tidak terkelola dapat memicu disregulasi hormon yang memperburuk kontrol glikemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi perspektif psikoneuroimunologi dalam kontrol glikemik melalui sinergi koping efektif dan self-management sebagai strategi untuk menekan risiko hiperglikemia. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan kualitatif terhadap tujuh responden di wilayah kerja Puskesmas Kahuripan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan pengukuran kadar glukosa darah sebelum serta sesudah intervensi afirmasi koping selama 14 hari. Analisis data dilakukan secara tematik untuk temuan kualitatif dan statistik deskriptif sebagai bentuk triangulasi data kuantitatif. Hasil penelitian menghasilkan tiga tema utama: (1) Aspek Psikologis, yaitu adanya transformasi dari persepsi penyakit yang negatif dan kecemasan tinggi menjadi regulasi emosi yang stabil dan tenang; (2) Perilaku Self-Management, yaitu terjadinya peningkatan disiplin dan kemandirian dalam pengaturan diet, aktivitas fisik, serta kepatuhan pengobatan; dan (3) Respons Biologis, yang dibuktikan dengan penurunan rata-rata kadar glukosa darah sebesar 45,3 mg/dL. Fakta baru menunjukkan bahwa perbaikan kondisi psikis secara langsung menekan aktivasi aksis hypothalamic-pituitary-adrenal, yang kemudian didukung oleh perilaku kesehatan adaptif sehingga menghasilkan kontrol glikemik yang optimal. Kesimpulan utama penelitian ini adalah sinergi koping efektif dan self-management terbukti efektif memperbaiki parameter biologis melalui integrasi sistem saraf, endokrin, dan perilaku. Implikasi penelitian ini menyarankan pentingnya integrasi manajemen stres berbasis koping ke dalam standar asuhan keperawatan diabetes di layanan kesehatan primer.

Sinergi antara teknik coping efektif dan self-management berbasis psikoneuroimunologi terbukti berhasil meningkatkan kontrol glikemik pada penderita diabetes melitus, yang ditandai dengan penurunan rata-rata glukosa darah sebesar 45,3 mg/dL dalam waktu 14 hari.Secara ilmiah, capaian ini terwujud berkat stabilnya emosi pasien yang menstimulasi stabilisasi pada aksis hypothalamic-pituitary-adrenal (HPA), sehingga membuka peluang besar untuk diterapkan sebagai edukasi rutin dalam program PROLANIS di Puskesmas.Meskipun demikian, penelitian ini masih dihadapkan pada hambatan durasi observasi yang singkat serta variasi sosial-ekonomi penderita yang dapat memengaruhi hasil.Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk memperpanjang durasi pengamatan guna mengevaluasi parameter HbA1c, memperluas sampel dengan melibatkan kelompok kontrol, serta menggunakan biomarker kortisol saliva demi hasil yang lebih akurat dan dapat digeneralisasikan.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji dampak jangka panjang intervensi berbasis psikoneuroimunologi terhadap parameter HbA1c pada pasien diabetes. Selain itu, studi lebih lanjut diperlukan untuk memahami bagaimana faktor sosial-ekonomi memengaruhi efektivitas self-management dalam pengelolaan diabetes. Selanjutnya, penggunaan biomarker kortisol saliva sebagai alat evaluasi stres dalam konteks manajemen diabetes dapat dikembangkan untuk meningkatkan akurasi hasil penelitian.

Read online
File size589.57 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test