AKABAAKABA

Jurnal Ilmiah Telsinas Elektro, Sipil dan Teknik InformasiJurnal Ilmiah Telsinas Elektro, Sipil dan Teknik Informasi

Pemilihan bahan rangka sementara merupakan masalah pengambilan keputusan multi-kriteria karena faktor keselamatan, kinerja teknis, biaya, waktu, dan pertimbangan operasional dapat menghasilkan preferensi yang berbeda. Studi ini mengevaluasi rangka kayu, baja, dan aluminium untuk pekerjaan beton bertulang di Gedung A Puspem Gianyar. Desain metode campuran digunakan dengan observasi lapangan, wawancara terstruktur, dokumen proyek, dan kuesioner perbandingan berpasangan yang diisi oleh 30 praktisi dan ahli konstruksi. Responden dipilih secara sengaja, dan penilaian individu dijumlahkan menggunakan rata-rata geometrik sebelum diproses dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Matriks kriteria yang direvisi menunjukkan keselamatan kerja sebagai kriteria prioritas tertinggi (35,86%), diikuti oleh kinerja teknis (27,09%), waktu (17,22%), biaya (11,30%), dan kenyamanan operasional (8,53%). Matriks kriteria memiliki rasio konsistensi 2,90%, sedangkan matriks sub-kriteria memiliki rasio konsistensi 0,79%, keduanya di bawah ambang batas penerimaan 10%. Setelah menyintesiskan prioritas kriteria, sub-kriteria, dan alternatif, aluminium mencapai prioritas akhir terbesar (41,77%), sedikit melebihi baja (40,88%), sementara kayu mendapat 17,35%. Aluminium menunjukkan kinerja kuat dalam ketahanan, penggunaan ulang, perawatan, efisiensi pemasangan, pembongkaran, dan transportasi, sedangkan baja tetap unggul dalam kekuatan material, ketangguhan, dan keselamatan struktural. Perbedaan sempit antara aluminium dan baja menunjukkan bahwa keputusan akhir tetap sensitif terhadap kebutuhan keselamatan dan teknis proyek. Model ini menawarkan kerangka dukungan pengambilan keputusan yang transparan daripada rekomendasi material universal.

Kriteria keselamatan kerja menjadi faktor paling penting dalam pemilihan bahan rangka sementara di Gedung A Puspem Gianyar, dengan bobot 35,86%.Kinerja teknis, waktu, biaya, dan kenyamanan operasional menyusul.Aluminium menunjukkan keseimbangan terbaik dalam ketahanan, penggunaan ulang, efisiensi waktu, perawatan, dan pengangkutan, sementara baja lebih unggul dalam kekuatan dan keselamatan struktural.Perbedaan kecil antara aluminium dan baja menunjukkan bahwa rekomendasi harus dilihat sebagai spesifik proyek.Model AHP mendukung keputusan kontraktor yang transparan, tetapi tidak menggantikan desain rangka, persyaratan pabrik, pemeriksaan, atau kepatuhan keselamatan hukum.Studi ini terbatas pada satu proyek dan mengandalkan penilaian ahli dengan bobot responden yang sama.Penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan variasi tipe bangunan, analisis ketidakpastian, perbandingan metode MCDM, dan integrasi data biaya siklus hidup serta kinerja teknis terverifikasi.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan model AHP untuk proyek konstruksi berbeda, seperti gedung komersial atau infrastruktur umum, untuk memvalidasi kegunaan universalnya. Selain itu, penelitian dapat mengintegrasikan analisis dampak lingkungan dan biaya siklus hidup dalam proses pemilihan material, mengingat keterbatasan studi ini dalam aspek tersebut. Terakhir, penelitian dapat membandingkan metode AHP dengan pendekatan lain seperti Fuzzy AHP atau TOPSIS untuk mengevaluasi keunggulan masing-masing metode dalam konteks pemilihan material rangka sementara yang kompleks dan dinamis.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1007/s43452-021-00295-3Client Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1007 s43452 021 00295 3
Read online
File size684.64 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test