POLTEKBAPOLTEKBA

JSHPJSHP

Tradisi tanggui sebagai penutup kepala khas masyarakat Banjar kini mulai memudar akibat pengaruh modernisasi dan berkurangnya minat generasi muda, padahal di dalamnya terkandung nilai-nilai kearifan lokal yang penting untuk dilestarikan guna memperkuat identitas budaya masyarakat Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri dan mengungkap nilai-nilai budaya tersebut sebagai dasar upaya pelestarian tradisi tanggui menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggui mencerminkan berbagai nilai kearifan lokal masyarakat Banjar. Terlihat pada nilai gotong royong pada proses pembuatannya yang melibatkan kerja sama dan kolaborasi antar masyarakat. Selain itu, tanggui juga memiliki nilai seni yang tercermin dari desainnya yang unik dan estetika, menunjukkan kreativitas dan keindahan budaya lokal. Dari sisi lingkungan, tanggui mengandung nilai sosio-ekologi melalui pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Tanggui juga memiliki nilai ekonomi sebagai sumber penghasilan bagi masyarakat lokal. Melalui penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat menjadi sarana dalam berbagi pengetahuan tentang nilai kearifan lokal dalam budaya tanggui guna mengetahui bagaimana praktik-praktik budaya tersebut mempengaruhi kehidupan masyarakat, sehingga dapat memastikan bahwa budaya ini tetap hidup dan berkembang, serta menjadi bagian integral dari identitas dan kebanggaan masyarakat Banjar.

Berdasarkan hasil dan pembahasan terkait nilai-nilai kearifan lokal pada budaya tanggui bagi masyarakat banjar, dapat disimpulkan bahwa tanggui sebagai penutup kepala khas masyarakat Banjar yang diwariskan secara turun-temurun hingga menjadi suatu kebudayaan mempunyai peran yang sangat krusial bagi kehidupan masyarakatnya.Tanggui tidak hanya berfungsi untuk melindungi diri dari panas dan hujan saja, tetapi juga memiliki nilai-nilai kearifan lokal seperti nilai gotong royong, nilai seni, nilai sosio-ekologi, dan nilai ekonomi.Nilai-nilai tersebut mencerminkan hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Banjar.Selain itu, nilai-nilai tersebut menunjukkan betapa pentingnya keseimbangan antara budaya, alam, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat Banjar.

Untuk menjaga kelestarian kerajinan tanggui, diperlukan regenerasi pengrajin. Penelitian selanjutnya dapat fokus pada upaya regenerasi ini, dengan mengeksplorasi strategi-strategi inovatif untuk menarik minat generasi muda dalam melestarikan tradisi tanggui. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki lebih lanjut tentang bagaimana nilai-nilai kearifan lokal dalam budaya tanggui dapat diintegrasikan dalam pendidikan lokal, sehingga dapat memperkuat identitas dan kebanggaan masyarakat Banjar terhadap warisan budaya mereka. Terakhir, penelitian juga dapat mengeksplorasi potensi tanggui dalam ekonomi kreatif, dengan mengembangkan strategi pemasaran dan inovasi produk yang dapat memperluas pangsa pasar tanggui, baik di tingkat lokal maupun internasional.

  1. Membangun Manajemen Kearifan Lokal (Studi pada Kearifan Lokal Orang Banjar) | Jurnal Riset Inspirasi... ejurnal.stimi-bjm.ac.id/index.php/JRIMK/article/view/33Membangun Manajemen Kearifan Lokal Studi pada Kearifan Lokal Orang Banjar Jurnal Riset Inspirasi ejurnal stimi bjm ac index php JRIMK article view 33
  2. KEANEKARAGAMAN PENGERTIAN YANG MELIPUTI ILMU DAN SENI | Tamumatra : Jurnal Seni Pertunjukan. pengertian... doi.org/10.29408/tmmt.v2i1.1519KEANEKARAGAMAN PENGERTIAN YANG MELIPUTI ILMU DAN SENI Tamumatra Jurnal Seni Pertunjukan pengertian doi 10 29408 tmmt v2i1 1519
Read online
File size418.76 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test