DMI JOURNALSDMI JOURNALS

DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan SastraDEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra

Penelitian ini diharapkan mampu memberi gambaran kepada masyarakat mengenai sebuah tradisi yang terdapat di Sulawesi selatan, Desa Bontolebang, Kabupaten Takalar, yaitu Tradisi Attoana Karaenga di lembo. Pada penelitian ini, difokuskan pembahasan mengenai kebiasaan masyarakat di Kabupaten Takalar, khususnya di Desa Bontolebang, yaitu kebiasaan yang sering dilakukan oleh masyarakat setempat “ Attoana Kareang di Lembo. Sumber data terdiri dari dua sumber data, data primer, yaitu data berupa Tradisi Attona Kareang di Lembo, baik berupa kata, frasa, maupun kalimat. Data sekunder, yaitu data tambahan yang diperoleh dari buku-buku dan wawancara dengan masyarakat sekitar yang berkaitan dengan tradisi attoana kareang, khususnya di Desa Bontolebang, Kabupaten Takalar. Durasi penelitian selama 1 bulan, yaitu September 2023 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sangat menjaga eksistensi tradisi ini, yaitu tradisi attoana karaeng di Lembo. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan referensi budaya pada masyarakat adat di Kabupaten Takalar, umumnya bagi masyrakat Sulawesi Selatan.

Tradisi dan kehidupan masyarakat memiliki hubungan timbal balik yang tak terpisahkan, di mana kelangsungan suatu tradisi sangat bergantung pada peran aktif masyarakat pendukungnya.Suatu tradisi dapat bertahan dan berkembang jika masyarakat menganggapnya relevan, berguna, serta bermanfaat bagi kehidupan mereka, namun akan mati jika dianggap tidak membawa manfaat.Oleh karena itu, pelestarian tradisi dan budaya adalah tanggung jawab masyarakat, karena keberadaannya turut mempengaruhi kehidupan sosial dan merupakan bagian integral dari identitas manusia.

Mengingat pentingnya pelestarian kearifan lokal, penelitian lanjutan mengenai Tradisi Attoana Karaeng di Lembo dapat berfokus pada beberapa aspek krusial. Pertama, sebuah studi mendalam bisa dilakukan untuk memahami akar penyebab dan dinamika perselisihan di antara masyarakat Desa Bontolebang terkait praktik tradisi ini. Pertanyaan penelitian dapat meliputi: Faktor sosial dan budaya apa saja yang memicu perbedaan pandangan terhadap Tradisi Attoana Karaeng di Lembo, dan bagaimana dampaknya terhadap kohesi sosial serta kelangsungan tradisi tersebut? Penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi strategi komunikasi dan mediasi yang efektif untuk merukunkan perbedaan serta memperkuat upaya pelestarian. Kedua, perlu adanya eksplorasi lebih lanjut mengenai tantangan dan strategi transmisi tradisi ini kepada generasi muda di tengah arus modernisasi. Mengingat bahwa tradisi ini disebutkan hampir terlupakan, sebuah studi dapat menggali: Bagaimana mekanisme pewarisan nilai-nilai dan praktik Tradisi Attoana Karaeng dilakukan secara informal dalam keluarga atau komunitas, dan upaya adaptasi apa yang telah dilakukan agar relevan bagi generasi milenial? Hal ini penting untuk merumuskan model pelestarian yang partisipatif dan berkelanjutan. Ketiga, untuk memperkaya khazanah pengetahuan budaya, penelitian komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan ritual, makna simbolis, dan fungsi sosial Tradisi Attoana Karaeng dengan praktik penghormatan leluhur serupa di wilayah Sulawesi Selatan lainnya. Pertanyaan seperti: Apa persamaan dan perbedaan esensial antara Tradisi Attoana Karaeng dan tradisi sejenis di komunitas adat lain di Sulawesi Selatan dalam konteks interaksi budaya dan adaptasi modernisasi? akan memberikan pemahaman yang lebih luas tentang keragaman dan ketahanan budaya lokal. Ketiga arah penelitian ini akan memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menjaga warisan budaya, mempromosikan harmoni sosial, dan mengembangkan literasi budaya masyarakat.

Read online
File size876.84 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test