UGMUGM

Jurnal PolGovJurnal PolGov

Artikel ini menganalisis prakondisi struktural dan diskursif yang menghambat dan/atau memungkinkan berbagai aktor mengakses—mendapatkan, mengontrol, dan mempertahankan—aliran keuntungan dari proyek MIFEE. Dengan menggunakan perspektif akses Ribot dan Peluso (2003) dan selektivitas strategis negara Jessop (1999), tulisan ini berargumen bahwa upaya untuk mendapatkan aliran keuntungan MIFEE di saat yang sama juga merupakan upaya untuk memperebutkan “negara; atau untuk melakukan balance of power (keseimbangan kekuatan) yang kemudian terkondensasi menjadi sebuah selektivitas struktur dan memengaruhi strategi para aktor. Artikel ini mengadopsi perspektif yang spesifik terkait negara, bukan sebagai aktor otonom melainkan sebagai sebuah ruang kontestasi politik yang merupakan produk dari pertentangan dan relasi kuasa antara berbagai kelompok sosial di masyarakat. Dengan melihat negara sebagai struktur, tulisan ini menekankan dimensi agensi politik para aktor, terutama masyarakat lokal yang berusaha mentransformasi struktur tersebut agar memungkinkan mereka untuk mendapatkan akses yang berkelanjutan atas lahan dalam MIFEE.

Tulisan ini menunjukkan bagaimana konflik dalam MIFEE merupakan kontestasi berbagai aktor dan kekuatan sosial untuk “merebut atau mentransformasi struktur selektivitas strategis negara agar dapat memungkinkan mereka mendapatkan akses atau aliran keuntungan dari MIFEE.Hal ini mudah dan sulit bagi berbagai aktor yang berbeda, karena berbagai strategi yang mereka lakukan akan dipengaruhi oleh struktur selektivitas strategis negara yang sudah terkondensasi dan mengondisikan pilihan-pilihan mereka.Berbagai aktor yang tidak diuntungkan dari privilese struktur negara harus bergerak dua kaki.mereka harus bekerja dengan logika negara agar strateginya dapat menjadi relevan dan “terbaca oleh sistem yang dominan, namun di saat yang sama juga harus mencari cara untuk mentransformasi struktur tersebut agar menguntungkan mereka.Posisi aktor-aktor akan berbeda sesuai struktur selektivitas tersebut.Namun, perbedaan itu juga menjadi peluang bagi mereka untuk mengubahnya.Perlawanan bukan terjadi antara masyarakat versus negara, namun antara masyarakat versus pemerintah, bisnis, atau kelompok masyarakat lainnya dalam menyeimbangkan kekuatan dan membuat posisi tawarnya cukup setara.Hal ini juga menunjukkan bahwa perlawanan dilakukan oleh masyarakat adat bukan untuk membuat negara tidak relevan atau untuk menghilangkan negara dari kehidupan sosial, politik, budaya, dan ekonomi mereka.mereka justru berupaya untuk terlibat “dalam negara dengan mengubah struktur selektivitasnya agar menguntungkan mereka.Mereka harus “mengintervensi struktur negara tersebut agar konfigurasinya bisa membuat mereka mendapatkan dan mempertahankan akses keuntungan mereka dalam MIFEE.Dinamika relasional antara struktur selektivitas yang membatasi pilihan aktor serta upaya aktor untuk memanfaatkan atau mengubah struktur tersebut, akan terjadi terus-menerus dan tidak pernah selesai.Ia akan menjadi corak dalam konflik MIFEE.

Berdasarkan analisis terhadap mega proyek Merauke Integrated Food and Energy Estate (MIFEE), terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai dinamika relasional antara struktur selektivitas negara dan agensi para aktor dalam mengakses keuntungan dari MIFEE. Penelitian ini dapat berfokus pada bagaimana aktor-aktor yang tidak diuntungkan dari privilese struktur negara berusaha mentransformasi struktur tersebut agar menguntungkan mereka. Kedua, penelitian juga dapat dilakukan untuk menganalisis dampak dari MIFEE terhadap masyarakat lokal, terutama dalam hal akses atas lahan dan sumber daya alam. Ketiga, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi lebih lanjut mengenai peran negara dalam MIFEE, khususnya dalam konteks nation-building dan perjuangan identitas di Papua. Dengan memahami dinamika relasional antara struktur dan agensi, serta dampak dari MIFEE terhadap masyarakat lokal dan peran negara, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami konflik dan kontestasi dalam proyek MIFEE.

  1. Decentralization and Democracy in Indonesia: A Critique of Neo‐Institutionalist Perspectives... doi.org/10.1111/j.0012-155X.2004.00376.xDecentralization and Democracy in Indonesia A Critique of NeoyAAAaInstitutionalist Perspectives doi 10 1111 j 0012 155X 2004 00376 x
  2. The Analysis on Continous Development Strategy at Farming Production Centre of Mifee Program In Merauke... e3s-conferences.org/10.1051/e3sconf/20187309020The Analysis on Continous Development Strategy at Farming Production Centre of Mifee Program In Merauke e3s conferences 10 1051 e3sconf 20187309020
  3. The Analysis on Continous Development Strategy at Farming Production Centre of Mifee Program In Merauke... doi.org/10.1051/e3sconf/20187309020The Analysis on Continous Development Strategy at Farming Production Centre of Mifee Program In Merauke doi 10 1051 e3sconf 20187309020
Read online
File size192.07 KB
Pages35
DMCAReport

Related /

ads-block-test