UBAYAUBAYA

ANIMA Indonesian Psychological JournalANIMA Indonesian Psychological Journal

Masturbasi merupakan penyaluran seksual paling favorit di antara remaja. Studi ini mengeksplorasi awal praktik masturbasi mahasiswa kedokteran tingkat klinis awal Lebih dari 90 % jumlah mahasiswa berperan serta, umumnya beragama Buddha dan hampir semuanya tidak nikah (N = 2735; 1552 pria, & 1173 perempuan) dari Fakultas Kedokteran Universitas Mahidol dari tahun akademik 1982-2004, dengan rentang usia 18-37 tahun (rerata 21.14 pada pria dan 20.70 pada perempuan). Data diperoleh melalui kuesioner anonim. Hasil-hasil menunjukkan 96 % pria dan 40% perempuan melakukan masturbasi (p< 0.001). Rata-rata usia pertama kali masturbasi adalah 13.57 tahun pada pria dan 15.09 tahun pada perempuan. Pengalaman pertama kali menemukan sendiri oleh sejumlah 54.39% pria dan 73.42 % perempuan. Sisanya memperoleh pengetahuan tersebut dari sumber lain. Masturbasi pertama kali dengan ejakulasi dialami oleh 59.25% pria dan orgasme oleh 77.52% perempuan. Didiskusikan latar belakang intrinsik dan terutama ekstrinsik terjadinya fenomena tersebut.

Pemuda di masyarakat Thailand mempraktikkan masturbasi pada usia remaja awal, serupa dengan pemuda di masyarakat lain, namun lebih banyak pria Thailand yang melakukannya dibandingkan wanita Thailand.Mayoritas praktik masturbasi pertama kali ditemukan secara mandiri, dengan metode umum berupa penggosokan alat kelamin langsung dengan tangan atau penekanan pada objek, yang lazim dilakukan oleh kedua jenis kelamin.

Penelitian selanjutnya dapat memperluas fokus untuk memahami fenomena masturbasi pertama kali di luar populasi mahasiswa kedokteran yang cenderung homogen. Misalnya, bagaimana praktik dan pengalaman masturbasi pertama kali terjadi di kalangan remaja Thailand dari berbagai latar belakang sosial, ekonomi, dan geografis, termasuk mereka yang tinggal di pedesaan atau dari kelompok minoritas tertentu? Studi ini akan sangat berharga untuk mengetahui apakah temuan yang didapat dari mahasiswa kedokteran berlaku secara umum di masyarakat Thailand yang lebih luas, atau apakah ada variasi signifikan yang perlu diperhatikan. Selain itu, untuk menggali lebih dalam perbedaan mencolok antara pria dan wanita yang ditemukan dalam studi ini, riset di masa depan dapat mengadopsi pendekatan kualitatif, seperti wawancara mendalam, untuk mengungkap faktor-faktor sosiokultural, norma masyarakat, dan pandangan agama yang secara spesifik membentuk pengalaman masturbasi pertama kali pada kedua gender di Thailand. Memahami *mengapa* ada disparitas tersebut, termasuk kemungkinan stigma atau standar ganda, akan memberikan wawasan yang lebih kaya. Akhirnya, mengingat masturbasi disebut sebagai bagian penting dari perkembangan seksual, penelitian lanjutan dapat meneliti dampak psikologis jangka panjang dari pengalaman masturbasi pertama kali terhadap citra diri, kepercayaan diri seksual, dan pembentukan hubungan intim di kemudian hari bagi remaja Thailand. Menyelidiki bagaimana pengalaman awal ini memengaruhi kesehatan seksual secara keseluruhan dan adaptasi sosial individu akan memberikan pemahaman holistik tentang peran masturbasi dalam perkembangan manusia.

Read online
File size53.83 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test