UBHARAUBHARA

Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatSemeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Maraknya kasus Bullying di lingkungan sekolah menjadi perhatian penting untuk segera diatasi. Bullying merupakan salah satu bentuk tindakan kekerasan yang sering terjadi, terutama pada lingkungan sekolah. Bullying dapat terjadi akibat adanya faktor pergaulan dan pengaruh teman sebaya serta pola asuh orang tua. Upaya untuk dapat mengatasi Bullying adalah dengan melakukan pencegahan. Salah satu pencegahannya yakni dengan diadakannya kegiatan penyuluhan mengenai Bullying. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan teknik ceramah, diskusi dan demontrasi. Hasil dari kegiatan ini adalah para siswa-siswi dapat mengetahui apa itu Bullying dengan di sajikan contohcontoh perbuatan atau perkataan yang termasuk kategori Bullying serta dampak yang ditimbulkan. Kegiatan ini berjalan sesuai dengan rencana yang disusun yaitu memberikan paparan atau penyuluhan dan pemahaman kepada siswa Sekolah Dasar (SD) Semambung Nomor 507 Kabupaten Sidoarjo mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan Bullying.

Berdasarkan hasil penyuluhan ini, maka dapat disimpulkan bahwa tindakan Bullying merupakan tindakan yang merusak mental, karena sampai kapan pun bagi orang yang di bully itu suatu hal yang tidak bisa dilupakan dan itu juga bisa membuat rasa takut tersendiri untuk korban bully karena mereka merasa hidupnya tidak tenang dan bisa mengurangi rasa kepercayaan terhadap dirinya sendiri.Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan siswa mengenai kejadian Bullying yang mungkin terjadi di sekolah, dan cara mencegah serta menghadapi kejadian Bullying tersebut.Meningkatkan pemahaman dan kemampuan siswa Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507 Sidoarjo Jawa Timur untuk mencegah dan menghadapi kejadian Bullying di sekolah.

Penelitian ini telah menunjukkan pentingnya penyuluhan anti-bullying di sekolah dasar. Untuk studi lanjutan, akan sangat berharga untuk meneliti efektivitas jangka panjang dari program penyuluhan semacam ini. Sebuah penelitian dapat dirancang untuk memantau perubahan perilaku siswa dan insiden bullying di Sekolah Dasar Negeri Semambung Nomor 507, atau sekolah serupa, dalam kurun waktu enam bulan hingga satu tahun setelah penyuluhan awal. Hal ini akan membantu memahami seberapa lestari dampak pengetahuan yang diberikan dan apakah diperlukan intervensi berkelanjutan. Selain itu, penting juga untuk mengeksplorasi pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga secara aktif melibatkan guru dan orang tua. Studi dapat menguji dampak dari program anti-bullying terpadu yang mencakup pelatihan guru tentang identifikasi dan penanganan bullying, serta lokakarya untuk orang tua mengenai pola asuh dan komunikasi efektif untuk mencegah bullying. Mengingat bahwa anak-anak mungkin memiliki pemahaman yang bervariasi, penelitian masa depan dapat menyelidiki metode penyuluhan yang paling efektif dan sesuai untuk rentang usia siswa sekolah dasar yang berbeda, termasuk penggunaan media interaktif, simulasi kasus, atau pendekatan berbasis seni, untuk memastikan pesan anti-bullying tersampaikan secara optimal dan relevan bagi setiap kelompok usia, serta meninjau adaptasi program berdasarkan faktor sosio-ekonomi atau budaya yang mungkin mempengaruhi dinamika bullying di lingkungan sekolah.

  1. PENYULUHAN ANTI BULLYING TERHADAP SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI SEMAMBUNG NOMOR 507 KABUPATEN SIDOARJO JAWA... ejournal.ubhara.ac.id/semeru/article/view/1113PENYULUHAN ANTI BULLYING TERHADAP SISWA SEKOLAH DASAR NEGERI SEMAMBUNG NOMOR 507 KABUPATEN SIDOARJO JAWA ejournal ubhara ac semeru article view 1113
Read online
File size394.39 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test