POLTEKBAPOLTEKBA

JSHPJSHP

Era digital memberikan peluang besar pada masyarakat yang bergerak dalam bidang ekonomi termasuk perdagangan. Bahkan tidak asing lagi dunia market place menjadi ajang para pedagang untuk dapat menjajakan dagangannya. Hal tersebut juga menjadi kesempatan bagi para retailer tanpa harus memiliki stand atau toko khusus. Model pembayaran juga sudah sangat mudah dilakukan yaitu dengan teknis transfer misalnya. Namun peluang tersebut harus diiringi dengan kapasitas tanggap teknologi digital serta lingkungan yang kondusif. Termasuk para pedagang di pasar tradisional, mereka dituntut untuk adaptif agar tidak tertinggal baik dari segi pengetahuan maupun ketrampilan. Sebagai bagian dari tanggung jawab bersama pemerintah daerah dalam hal ini adalah organisasi pemerintah yang membidangi pasar tradisional mempunyai peluang dalam memberikan pelayanan terhadap pedagang pasar untuk lebih memiliki kapasitas sehingga menjadi pedagang pasar tradisional yang berdaya. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan program “Sepasar Pedas yang dilaksanakan oleh Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang dalam memberdayakan pedagang di pasar tradisional.

Program “Sepasar Pedas merupakan program pemberdayaan masyarakat/ pedagang pasar tradisional Kota Malang dalam meningkatkan kapasitas kompetensi para pedagang yang difasilitasi oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Malang.Berdasarkan hasil pembahasan dengan menggunakan konsep pemberdayaan masyarakat oleh Fahrudin (2022).Diskopindag kota Malang telah melaksanakan semaksimal mungkin seperti halnya teori pemberdayaan masyarakat.Tahap pertama Enabling, yakni menciptakan suasana baru dengan revitalisasi pasar.Tahap kedua Empowering, berkesinambungan dengan tahap sebelumnya dalam tahap ini Diskopindag Kota Malang mengupayakan peningkatan kapasitas dan memperkuat potensi pedagang pasar tradisional dengan peningkatan kemampuan para pedagang pasar tradisional dengan menggunakan model transaksi QRIS serta menambah sarana transaksi perbelanjaan dengan menggunakan timbangan tera dan troli belanja.Meskipun masih ada faktor penghambat berupa tidak stabilnya jumlah anggaran pada setiap tahunnya.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, mengkaji lebih lanjut tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pedagang pasar tradisional dalam era digital, serta strategi-strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan daya saing mereka. Kedua, melakukan studi komparatif antara program Sepasar Pedas dengan program serupa di daerah lain, untuk melihat efektivitas dan keberhasilan masing-masing program dalam memberdayakan pedagang pasar tradisional. Ketiga, meneliti dampak jangka panjang dari program pemberdayaan ini terhadap kesejahteraan dan keberlanjutan bisnis pedagang pasar tradisional, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan keberhasilan program tersebut.

  1. 0. pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei mediabox contents group... doi.org/10.9790/487X-26101132350 pdf obj metadata endobj extgstate xobject procset text imageb imagec imagei mediabox contents group doi 10 9790 487X 2610113235
  2. JSHP. pedagang pasar tradisional era digital pemerintah daerah kompetitif jshp jurnal sosial humaniora... doi.org/10.32487/jshp.v9i1.2389JSHP pedagang pasar tradisional era digital pemerintah daerah kompetitif jshp jurnal sosial humaniora doi 10 32487 jshp v9i1 2389
  3. The Role of Marketing Information Systems on Business Firms Competitiveness: Integrated Review Paper... doi.org/10.7176/jmcr/72-01The Role of Marketing Information Systems on Business Firms Competitiveness Integrated Review Paper doi 10 7176 jmcr 72 01
Read online
File size364.33 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test