POLTEKBAPOLTEKBA

JSHPJSHP

Persepsi chef hotel terhadap gizi yang ada pada menu yang dimasak penting untuk dimiliki terutama dalam menyediakan makanan yang sehat dan memenuhi kebutuhan konsumen. Kontribusi positif dapat diberikan saat seorang chef memahami beberapa aspek tersebut sehingga dapat menyajikan makanan yang sehat dan baik untuk dikonsumsi oleh masyarakat luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik persepsi chef di Balikpapan pada gizi dan kualitas makanan yang di produksi oleh Hotel. Metode yang diginakan adalah metode kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk memperoleh nilai persepsi chef sedangkan kualitatif digunakan untuk menggali informasi mengenai persepsinya pada gizi dan kualitas makanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengambilan data melalui wawancara mendalam dengan sjumlah chef yang berpengalaman di hotel terkemuka di Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan para chef ini memiliki pemahaman yang baik tentang gizi dan pentingnya mempertimbangkan aspek gizi dalam menyajikan hidangan kepada tamu hotel. Sebagian besar chef menyepakati pentingnya memenuhi komponen gizi dalam menunjang kesehatan dan kualitas hidup tamu hotel meskipun hal tersebut menjadi tantangan tersendiri sperti tekanan waktu dan ekspektasi tamu dalam pelaksanaan penyelenggaraan makanan sehari hari. Aspek hygiene dan sanitasi menurut para chef merupakan factor penting yang mendukung penyajian makanan bersih dan berkualitas sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen pada penyelenggaraan makanan hotel. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persepsi oleh chef Balikpapan pada nilai total persepsi yang didapat adalah sebesar 80 yang masuk dalam kategori baik. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi strategi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan gizi di kalangan chef hotel.

Persepsi seorang chef terhadap makanan sehat sangatlah penting karena mereka memiliki peran kunci dalam mempengaruhi keputusan makanan yang dibuat dalam restoran, katering, dan bahkan dalam pengembangan resep untuk konsumsi rumahan.Kesimpulan dari tinjauan ini adalah persepsi para informan mengenai makanan sehat dan bergizi sudah tepat yaitu Chef yang memahami pentingnya makanan sehat akan cenderung memilih bahan baku berkualitas tinggi yang segar dan alami.Chef yang sadar akan makanan sehat akan memperhatikan keseimbangan nutrisi dalam setiap hidangan yang mereka buat.Mereka akan memperhitungkan asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral agar hidangan tersebut memberikan nutrisi yang seimbang.Chef yang peduli terhadap kesehatan selalu menggunakan metode memasak yang lebih sehat, seperti memanggang, merebus, atau mengukus, dibandingkan dengan metode yang menggunakan banyak minyak atau lemak jenuh.Chef dapat menggunakan teknik memasak dan bumbu yang memperkaya rasa hidangan tanpa harus mengorbankan kesehatan.Mereka selalu menggunakan rempah-rempah dan herba alami untuk menambahkan rasa tanpa harus menggunakan garam atau gula berlebih.Chef yang peduli terhadap makanan sehat mengurangi atau menghindari penggunaan bahan tambahan yang tidak sehat, seperti pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan pengental.Dengan memiliki persepsi yang baik tentang makanan sehat, seorang chef dapat memberikan kontribusi positif dalam upaya promosi kesehatan melalui makanan dan mempengaruhi pola makan yang lebih baik bagi masyarakat secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara mendalam strategi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan penerapan gizi di kalangan chef hotel, dengan mempertimbangkan tantangan waktu dan ekspektasi tamu. 2. Mengeksplorasi lebih lanjut peran chef dalam mempromosikan kesehatan melalui makanan, khususnya dalam konteks hotel, dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi pola makan masyarakat secara keseluruhan. 3. Meneliti dan mengembangkan metode memasak yang lebih sehat dan inovatif, yang tidak hanya memperhatikan nutrisi tetapi juga pengalaman kuliner yang menarik, untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan mendorong perilaku makan yang lebih baik.

  1. Hubungan Bentuk, Rasa Makanan, dan Cara Penyajian dengan Sisa Makanan Selingan Pada Pasien Anak di Rumah... doi.org/10.20473/amnt.v2i3.2018.212-218Hubungan Bentuk Rasa Makanan dan Cara Penyajian dengan Sisa Makanan Selingan Pada Pasien Anak di Rumah doi 10 20473 amnt v2i3 2018 212 218
  2. JSHP. tinjauan persepsi chef hotel gizi kualitas makanan studi balikpapan jshp jurnal sosial humaniora... jurnal.poltekba.ac.id/index.php/jsh/article/view/2241JSHP tinjauan persepsi chef hotel gizi kualitas makanan studi balikpapan jshp jurnal sosial humaniora jurnal poltekba ac index php jsh article view 2241
  3. HUBUNGAN SUHU MAKANAN DAN CARA PENYAJIAN MAKANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAKANAN DI CATERING BETTY KARANGANYAR... doi.org/10.56127/jukeke.v1i1.570HUBUNGAN SUHU MAKANAN DAN CARA PENYAJIAN MAKANAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN MAKANAN DI CATERING BETTY KARANGANYAR doi 10 56127 jukeke v1i1 570
Read online
File size292.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test