UMSUMS
Jurnal KesehatanJurnal KesehatanParental education and dietary diversity are predicted to influence the adequacy of energy intake in elementary school children. The purpose of this study was to determine the relationship between parental education and dietary diversity on the adequacy of energy intake. Method: This study used 25 samples of male and female students from WADAS 1 Public Elementary School. Research related to parental education was obtained from primary data using a socio-demographic questionnaire, and research related to the eating history of the research subjects using the Dietary Diversity Score (DDS) questionnaire. This study is a quantitative study with a cross-sectional approach. The analysis test used in this study was a correlation analysis test using the Spearman rank test, because the data were declared not normally distributed. Results: The results of the univariate study of energy adequacy based on education showed that education was not a determinant of adequate energy intake in children. Meanwhile, energy adequacy based on the diversity of food consumption illustrates that diverse foods cannot necessarily meet the energy intake requirements. The results of the bivariate study showed no significant relationship between parental education and adequate energy intake, indicated by (p = 0.486 > 0.05), and no relationship between the diversity of food consumption and adequate energy intake, indicated by (p = 0.347 > 0.05). Conclusion: The conclusion of this study is that there is no relationship between parental education and adequate energy intake, and there is no relationship between the diversity of food consumption and adequate energy intake.
The study concluded that there is no relationship between parental education and adequate energy intake, and no relationship between the diversity of food consumption and adequate energy intake.This suggests that a diverse diet does not necessarily guarantee adequate energy intake, and parental education alone does not determine a childs energy adequacy.Further research is needed to explore other factors influencing energy intake in children.
Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan dengan jumlah responden yang lebih besar dan beragam untuk meningkatkan representasi dan generalisasi hasil penelitian. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada penggalian lebih dalam mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi asupan energi anak, seperti faktor ekonomi keluarga, pengetahuan gizi orang tua, dan praktik pemberian makan di rumah. Penelitian intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam merencanakan menu makanan yang seimbang dan bergizi juga perlu dilakukan. Intervensi ini dapat berupa penyuluhan gizi, pelatihan memasak makanan sehat, atau pendampingan dalam memilih makanan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan energi anak. Terakhir, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami perspektif orang tua mengenai tantangan dan hambatan dalam menyediakan makanan yang bergizi bagi anak-anak mereka, sehingga dapat dirumuskan strategi intervensi yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
- Relationship between Parental Education and Food Consumption Diversity on Adequate Energy Intake | Jurnal... doi.org/10.23917/jk.v18i3.11348Relationship between Parental Education and Food Consumption Diversity on Adequate Energy Intake Jurnal doi 10 23917 jk v18i3 11348
- Faktor Ibu, Keragaman Pangan, Asupan Zat Gizi Makro, dan Hubungannya dengan Status Gizi Kurang pada Ibu... doi.org/10.14710/mkmi.22.6.386-393Faktor Ibu Keragaman Pangan Asupan Zat Gizi Makro dan Hubungannya dengan Status Gizi Kurang pada Ibu doi 10 14710 mkmi 22 6 386 393
- Keragaman pangan dengan kejadian kurang gizi pada anak usia 6-23 bulan | Kamila | Nutrition Scientific... jurnal.unsil.ac.id/index.php/nsj/article/view/5704Keragaman pangan dengan kejadian kurang gizi pada anak usia 6 23 bulan Kamila Nutrition Scientific jurnal unsil ac index php nsj article view 5704
- KESEHATAN DIRI DAN LINGKUNGAN : PENTINGNYA GIZI BAGI PERKEMBANGAN ANAK | Jurnal Multidisipliner Bharasumba.... doi.org/10.62668/bharasumba.v1i03.199KESEHATAN DIRI DAN LINGKUNGAN PENTINGNYA GIZI BAGI PERKEMBANGAN ANAK Jurnal Multidisipliner Bharasumba doi 10 62668 bharasumba v1i03 199
| File size | 406.1 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PKRPKR Gizi buruk atau malnutrisi adalah kondisi dimana seseorang kekurangan asupan gizi di dalam tubuhnya, hal ini tentunya akan menghambat perkembangan anakGizi buruk atau malnutrisi adalah kondisi dimana seseorang kekurangan asupan gizi di dalam tubuhnya, hal ini tentunya akan menghambat perkembangan anak
POLTEKKES KDIPOLTEKKES KDI Rata-rata energi menu MBG 377,46 kkal, di bawah standar AKG 531 kkal. Protein (17,76 g) dan lemak (15,98 g) tidak memenuhi standar, karbohidrat (41,52Rata-rata energi menu MBG 377,46 kkal, di bawah standar AKG 531 kkal. Protein (17,76 g) dan lemak (15,98 g) tidak memenuhi standar, karbohidrat (41,52
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Kadar hemoglobin rendah selama kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil. Kadar hemoglobin di bawah normal dapat menyebabkanKadar hemoglobin rendah selama kehamilan merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada ibu hamil. Kadar hemoglobin di bawah normal dapat menyebabkan
STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan nutrisi di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu hamil tentang pemenuhan nutrisi di Kabupaten Aceh Besar. Penelitian menggunakan
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Pengetahuan subjek yang terbatas mengenai risiko anemia dan pentingnya diet seimbang semakin memperburuk kondisi tersebut.melalui penerapan asuhan kebidananPengetahuan subjek yang terbatas mengenai risiko anemia dan pentingnya diet seimbang semakin memperburuk kondisi tersebut.melalui penerapan asuhan kebidanan
MANDIRACENDIKIAMANDIRACENDIKIA Ibu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kesulitan pada saat persalinan, pucat, lemas sehingga dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. TujuanIbu hamil yang menderita KEK mempunyai risiko kesulitan pada saat persalinan, pucat, lemas sehingga dapat mengakibatkan persalinan sulit dan lama. Tujuan
UMJ PremiumUMJ Premium Hingga saat ini masih banyak remaja yang memiliki masalah gizi lebih. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan antara aktivitas fisik danHingga saat ini masih banyak remaja yang memiliki masalah gizi lebih. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan antara aktivitas fisik dan
AHMAREDUCAHMAREDUC Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu: 1) Melakukan pengukuran tingkat pengetahuan gizi ibu hamil sebelum dan setelah diberikan EdukasiMetode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini yaitu: 1) Melakukan pengukuran tingkat pengetahuan gizi ibu hamil sebelum dan setelah diberikan Edukasi
Useful /
UNUUNU Jika hal itu terpaksa dilakukan, maka ada prosedur pengajuan ke pengadilan, tentu tidak semua pengajuan izin pernikahan di bawah umur dapat diloloskanJika hal itu terpaksa dilakukan, maka ada prosedur pengajuan ke pengadilan, tentu tidak semua pengajuan izin pernikahan di bawah umur dapat diloloskan
UMSUMS Analisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji Fishers Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,0% kandang ternak tidak memenuhi standarAnalisis data dilakukan menggunakan uji chi-square dan uji Fishers Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,0% kandang ternak tidak memenuhi standar
UMSUMS This study aims to determine the relationship between maternal access to information and knowledge with the incidence of stunting in toddlers. Method:This study aims to determine the relationship between maternal access to information and knowledge with the incidence of stunting in toddlers. Method:
LARPAINSTITUTELARPAINSTITUTE Pada aspek jaminan pelayanan informasi obat, hampir semua responden atau 76% responden menyatakan sangat puas dan 19,5% responden menyatakan puas, diikutiPada aspek jaminan pelayanan informasi obat, hampir semua responden atau 76% responden menyatakan sangat puas dan 19,5% responden menyatakan puas, diikuti