STAIDHISTAIDHI

Dharma: Jurnal Pengabdian MasyarakatDharma: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Pemasangan alat ini dapat membantu proses kontrol kelembaban budidaya anggrek pada greenhouse skala kecil dengan cara memasukkan nilai kelembaban yang sudah di tentukan dengan nilai 60%,70%, dan 80%. Setelah itu diproses oleh ESP32 sebagai pusat kontroler, kemudian LCD (Liquid Crystal Display) akan menunjukkan tampilan kelembaban saat ini, selanjutnya sensor (SHT11) akan membaca nilai kelembapan apabila setpoint kelembaban dibawah nilai yang sudah ditentukan maka motor nyala dan nozzle bekerja, apabila nilai kelembaban sudah mencapai setpoint yang di inginkan maka motor akan mati dan nozzle akan berhenti. Tujuan yang ingin dicapai adalah untuk menjaga kelembaban anggrek pada greenhouse agar tetap stabil sesuai dengan standard dan ketentuan, dikarenakan pada greenhouse ini untuk menjaga kelembaban tanaman menjadi hal yang sangat krusial untuk budidaya anggrek karena pada saat masih menggunakan tenaga manusia secara manual dengan selang air. Kami kembangkan alat ini untuk menjaga kelembaban agar tetap stabil dengan menggunakan nozzle yang menjadikannya air kabut. Dengan menggunakan sistem yang berjalan secara otomatis sehingga memudahkan bagi pelaku usaha untuk menggunakan alat ini serta memiliki efisiensi waktu. Dalam pemasangannya, alat mampu menghasilkan kelembaban melalui nozzle menggunakan acuan peningkatan nilai histerisis pada rangkaian kontrol dan didapat hasil luaran yang berosilasi di area setting point sehingga terkadang ada nilai error yang dapat ditoleransi, hal ini dikarenakan proses pengabutan air dalam kondisi pengujian tidak dapat langsung hilang sehingga mempengaruhi hasil pengujian.

Sensor SHT11 mampu membaca suhu dan kelembaban dengan akurasi ±0,5°C dan 5% terhadap alat ukur pembanding.Sistem kontrol berbasis histerisis 2% mampu menjaga kelembaban di area setting point, meskipun proses pengabutan air memengaruhi stabilitas hasil pengujian.Alat efektif dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan kelembaban pada budidaya anggrek skala kecil.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi penggunaan nilai histerisis yang berbeda untuk meningkatkan akurasi kontrol kelembaban. Selain itu, pengembangan sensor alternatif yang lebih responsif dapat dilakukan untuk meningkatkan presisi pengukuran. Studi juga diperlukan untuk mengevaluasi dampak durasi semprotan air terhadap kestabilan kelembaban jangka panjang, serta pengintegrasian sumber daya terbarukan seperti energi surya untuk meningkatkan keberlanjutan sistem. Penelitian ini dapat menjadi dasar untuk pengembangan sistem kontrol lingkungan yang lebih canggih dalam budidaya tanaman.

Read online
File size557.35 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test