169169

PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni BudayaPANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya

Batik modern telah berkembang melampaui perannya sebagai seni tekstil dekoratif dan semakin berfungsi sebagai media untuk refleksi budaya dan ekspresi sosial. Studi sebelumnya sebagian besar telah memeriksa batik dari perspektif estetika, sejarah, dan pelestarian budaya, sementara perhatian terbatas diberikan pada potensinya sebagai respons visual terhadap isu-isu sosial kontemporer, khususnya ketimpangan hukum di Indonesia. Menangani kesenjangan ini, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif dan makna simbolis yang tertanam dalam desain batik Justicia sebagai representasi ketimpangan hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif berbasis praktik menggunakan kerangka penciptaan seni Gustami, yang terdiri dari tahap eksplorasi, pengembangan desain, dan realisasi. Proses penelitian melibatkan identifikasi masalah ketimpangan hukum, pengumpulan referensi visual dan tekstual, interpretasi simbol hukum dan budaya, dan pengembangan motif dan komposisi warna, sementara perspektif semiotika dan budaya visual diterapkan untuk menafsirkan makna yang diwakili dalam karya akhir. Temuan menunjukkan bahwa motif Justicia mereinterpretasi estetika batik tradisional menjadi bentuk komentar sosial melalui elemen visual simbolis, termasuk timbangan keadilan, pisau yang distorsi, tulisan Jawa yang membaca Dewi Zalim (Dewi Zalim), dan adaptasi geometris dari motif Slobok, yang secara kolektif mewakili penegakan hukum yang tidak merata, ketidakadilan struktural, dan kontradiksi sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa batik kontemporer dapat memperluas fungsinya melampaui pelestarian budaya menjadi media pendidikan sosial dan refleksi kritis dan merekomendasikan eksplorasi yang lebih luas dari penciptaan batik berbasis praktik sebagai pendekatan untuk melibatkan isu-isu sosial kontemporer melalui ekspresi budaya lokal.

Penelitian ini menunjukkan bahwa batik kontemporer memiliki kapasitas untuk berfungsi tidak hanya sebagai artefak budaya dan ekspresi artistik, tetapi juga sebagai media untuk terlibat secara kritis dengan realitas sosial.Melalui penciptaan dan analisis motif Justicia, penelitian ini menunjukkan bahwa isu-isu sosial-politik seperti ketimpangan hukum dapat diterjemahkan ke dalam bahasa visual sambil tetap berakar pada prinsip estetika dan tradisi filosofis batik.Temuan penelitian menyarankan bahwa batik kontemporer harus dipahami sebagai praktik budaya dinamis yang mampu merespons keprihatinan kontemporer daripada hanya melestarikan tradisi visual yang diwariskan.Dalam konteks ini, citra simbolis, batik melampaui estetika hiasan menuju keterlibatan kritis dengan isu-isu kontemporer, memperkuat relevansinya dalam masyarakat Indonesia modern.

Saran penelitian lanjutan yang diusulkan adalah untuk menyelidiki lebih lanjut peran batik kontemporer sebagai media komunikasi visual dan pendidikan sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana batik dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman publik tentang isu-isu sosial, seperti ketimpangan hukum, dan bagaimana batik dapat berfungsi sebagai platform untuk diskusi dan refleksi kritis tentang keadilan, moralitas, dan kewarganegaraan. Selain itu, penelitian dapat menyelidiki bagaimana batik dapat digunakan untuk mempromosikan literasi budaya dan diskusi publik. Dengan menggabungkan simbolisme hukum dan unsur-unsur filosofis regional, motif Justicia memperluas batik melampaui estetika hiasan menuju keterlibatan kritis dengan isu-isu kontemporer, memperkuat relevansinya dalam masyarakat Indonesia modern.

  1. Equality Before the Law in Law Enforcement in Indonesia | Sinergi International Journal of Law. equality... doi.org/10.61194/law.v2i1.109Equality Before the Law in Law Enforcement in Indonesia Sinergi International Journal of Law equality doi 10 61194 law v2i1 109
  2. The Visual Language of Consumerism in Contemporary Artworks | Wicaksono | Journal of Urban Society's... journal.isi.ac.id/index.php/JOUSA/article/view/2263The Visual Language of Consumerism in Contemporary Artworks Wicaksono Journal of Urban Societys journal isi ac index php JOUSA article view 2263
  3. Struktur Tritangtu pada Siger Aksesoris Pengantin Sunda Priangan | PANTUN: Jurnal Ilmiah Seni Budaya.... jurnal.isbi.ac.id/index.php/pantun/article/view/2043Struktur Tritangtu pada Siger Aksesoris Pengantin Sunda Priangan PANTUN Jurnal Ilmiah Seni Budaya jurnal isbi ac index php pantun article view 2043
Read online
File size949.04 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test