ITATSITATS

Journal of Applied Sciences, Management and Engineering TechnologyJournal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology

Penelitian ini berfokus pada optimasi pengadaan material di perusahaan EPC (Engineering, Procurement, and Construction) dengan menggunakan metode Always Better Control (ABC) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengurangi lead time dan mencapai tujuan Just In Time. Masalah utama yang dihadapi adalah lead time pengadaan material yang panjang, yang berdampak negatif pada produktivitas, biaya operasional, dan kepuasan pelanggan. Metode ABC digunakan untuk mengklasifikasikan material berdasarkan nilai ekonominya, membaginya menjadi tiga kategori: A, B, dan C. Analisis menunjukkan bahwa tujuh item kategori A (seperti Steel Grid dan Power Cable) menyumbang sekitar 62,62% dari total biaya proyek, sehingga memerlukan pengendalian inventori yang ketat. Sementara itu, metode AHP digunakan untuk menentukan kriteria pemilihan vendor dengan mempertimbangkan empat pendekatan: Single Item Single Vendor (SISV), Single Item Multi Vendor (SIMV), Multi Item Single Vendor (MISV), dan Multi Item Multi Vendor (MIMV). Penentuan kriteria melalui kuesioner dengan 13 responden menghasilkan MISV sebagai kriteria tertinggi (43,70%), diikuti oleh MIMV (34,30%). Uji validitas menggunakan Consistency Ratio (CR) menghasilkan nilai 0,06, menunjukkan konsistensi dan keandalan data. Studi ini menyimpulkan bahwa kombinasi metode ABC dan AHP dapat membantu perusahaan EPC mengoptimalkan proses pengadaan material, mengurangi lead time, dan meningkatkan efisiensi operasional. Memilih model manajemen vendor yang tepat dan fokus pada item kritis dapat membantu mengurangi risiko keterlambatan dan mendukung proses produksi yang lancar.

Berdasarkan analisis metode ABC di perusahaan EPC, dapat disimpulkan bahwa klasifikasi material dilakukan berdasarkan kontribusi nilai ekonomi, yang membagi suku cadang menjadi tiga kategori utama.Kategori A, yang mencakup 20% jenis suku cadang, menyumbang 80% nilai penjualan dan terdiri dari item kritis seperti Steel Grid, Power Cable Cu/XLPE/PVC/GSWA/PVC-OS 3C x 4 mm2, dan Power Cable Cu/XLPE/PVC/GSWA/PVC-OS 3C x 2.5 mm2, yang secara kumulatif menyumbang 62,62% dari total biaya proyek.Kategori B mencakup 30% jenis suku cadang dengan 15% nilai penjualan, termasuk Spiral Wound Gaskets dan Ball Valves, yang memerlukan perhatian manajemen menengah.Kategori C terdiri dari 115 item dengan kontribusi biaya rendah, memberikan 10-15% dari total biaya proyek.Implikasi manajerialnya adalah penerapan pengendalian inventori yang berbeda untuk setiap kategori, dengan fokus utama pada manajemen ketat untuk item kategori A, pendekatan seimbang untuk kategori B, dan sistem kontrol sederhana untuk kategori C untuk mengoptimalkan strategi pengadaan dan alokasi sumber daya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk mengeksplorasi lebih lanjut implikasi implementasi model manajemen vendor yang dipilih (MISV dan MIMV) dalam konteks perusahaan EPC. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana model-model ini dapat diterapkan secara efektif untuk mencapai tujuan Just In Time, termasuk strategi koordinasi, komunikasi, dan pemantauan dengan vendor tunggal atau multi-vendor. Selain itu, penelitian dapat menganalisis bagaimana model-model ini dapat membantu perusahaan EPC dalam mengelola risiko keterlambatan dan memastikan pasokan material yang stabil. Dengan memahami dinamika dan tantangan dalam menerapkan model-model ini, penelitian lanjutan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang strategi manajemen vendor yang efektif dalam industri EPC.

Read online
File size240.38 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test