UIGMUIGM

Besaung : Jurnal Seni Desain dan BudayaBesaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya

Penelitian penciptaan ini bertujuan untuk merespons krisis ekologis dan pergeseran orientasi budaya kontemporer melalui fokus penciptaan yang mengkaji bagaimana nilai filosofis kosmologi Pañca Mahābhūta, khususnya unsur Pertiwi, direinterpretasikan ke dalam bahasa visual seni lukis dekoratif monokromatik biru. Proses kreatif mengadopsi metode sirkular Dharsono Sony Kartika yang meliputi tahapan eksperimen, perenungan, dan pembentukan. Eksperimen artistik dilakukan melalui eksplorasi cat air, pewarna reaktif, dan tinta putih pada media kertas serta kain katun untuk menguji teknik layering serta efek transparansi visual. Kebaruan penelitian ini terletak pada strategi artikulasi visual kosmologi Pertiwi yang membongkar konvensi representasi terakota/cokelat tanah secara literal, dengan mengalihkannya ke dalam spektrum monokromatik biru-putih bergaya dekoratif. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa stilisasi bentuk flora-fauna dan pengolahan atmosferik biru menghadirkan karakter visual yang kontemplatif, meditatif, serta simbolik. Tiga karya seni lukis yang dihasilkan memperlihatkan bahwa Pertiwi tidak lagi sekadar direpresentasi sebagai unsur materi tanah, melainkan sebagai metafora harmoni, keberlanjutan, dan kedalaman spiritual antara manusia dan alam semesta. Penelitian ini memberikan kontribusi pengetahuan artistik mengenai efektivitas pendekatan dekoratif monokromatik dan teknik layering media sebagai strategi transformasi kosmologi Nusantara ke dalam wacana seni rupa kontemporer.

Berdasarkan seluruh rangkaian penelitian berbasis praktik seni yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penciptaan tiga karya seni lukis dekoratif monokromatik ini berhasil merelasi-silangkan antara kedalaman filosofi lokal dengan metodologi penciptaan seni rupa secara akademis.Penerapan metode dengan tiga tahapan yang meliputi eksperimen, perenungan, dan pembentukan terbukti menjadi instrumen yang kokoh dalam memandu transformasi gagasan non-visual menjadi perwujudan fisik di atas kanvas secara terukur.Eksplorasi teknis yang mempertemukan karakter cat air, pewarna reaktif, dan tinta putih di atas kain katun serta kertas melahirkan kebaruan melalui reinterpretasi kritis terhadap unsur Pertiwi dalam kosmologi Pañca Mahābhūta.Peralihan perwujudan warna tanah konvensional menuju skema monokromatik biru-putih terbukti efektif menggeser persepsi bumi dari objek fisik yang pasif menjadi ruang kontemplasi spiritual yang sakral.Harmonisasi visual yang dibangun melalui stilasi digerakkan oleh prinsip repetisi dan irama isen-isen dekoratif.Secara utuh karya-karya yang hadir emvisualisasikan simfoni kehidupan alam semesta yang seimbang sekaligus menyuarakan kritik ekologis yang meditatif.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada eksplorasi unsur kosmologi lain seperti Apah (air) atau Teja (api) dalam konteks seni rupa dekoratif modern, dengan menggabungkan teknik tradisional dan digital untuk mengeksplorasi interaksi antara elemen alam dan teknologi. Selain itu, studi tentang dampak bahan alami seperti serat kain katun terhadap daya tahan karya seni di lingkungan ekologis yang berubah bisa menjadi arah penting. Terakhir, pengembangan pendekatan interaktif seperti penggunaan augmented reality untuk memperkaya pengalaman spiritual dan kontemplatif penikmat seni terhadap konsep Pertiwi bisa menjadi inovasi baru yang relevan dengan tantangan era modern.

  1. Peran Seni Dalam Mempertahankan Identitas Budaya Lokal Di Era Modern | Besaung : Jurnal Seni Desain dan... doi.org/10.36982/jsdb.v9i2.4044Peran Seni Dalam Mempertahankan Identitas Budaya Lokal Di Era Modern Besaung Jurnal Seni Desain dan doi 10 36982 jsdb v9i2 4044
  2. EKSPRESI GORESAN GARIS DAN WARANA DALAM KARYA SENI LUKIS | Besaung : Jurnal Seni Desain dan Budaya. ekspresi... doi.org/10.36982/jsdb.v1i1.124EKSPRESI GORESAN GARIS DAN WARANA DALAM KARYA SENI LUKIS Besaung Jurnal Seni Desain dan Budaya ekspresi doi 10 36982 jsdb v1i1 124
  3. Konsep 'Ibu Pertiwi' sebagai Landasan Inkulturasi Ekologi Integral Gereja Katolik di Indonesia... journal.aripafi.or.id/index.php/tritunggal/article/view/1567Konsep Ibu Pertiwi sebagai Landasan Inkulturasi Ekologi Integral Gereja Katolik di Indonesia journal aripafi index php tritunggal article view 1567
  4. Kosmologi Sekala-Niskala Refleksi Estetika Lukisan I Nyoman Sukari | Sucitra | Jurnal Kajian Seni. kosmologi... journal.ugm.ac.id/jks/article/view/52895Kosmologi Sekala Niskala Refleksi Estetika Lukisan I Nyoman Sukari Sucitra Jurnal Kajian Seni kosmologi journal ugm ac jks article view 52895
  5. TRADISI SAPRAHAN BENTUK DARI KESETARAAN DALAM MASYARAKAT MELAYU SAMBAS | Besaung : Jurnal Seni Desain... doi.org/10.36982/jsdb.v8i1.2822TRADISI SAPRAHAN BENTUK DARI KESETARAAN DALAM MASYARAKAT MELAYU SAMBAS Besaung Jurnal Seni Desain doi 10 36982 jsdb v8i1 2822
Read online
File size519.44 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test