UIGMUIGM

Jurnal Ilmiah Informatika GlobalJurnal Ilmiah Informatika Global

Transformasi digital menjadi kebutuhan strategis bagi pelaku usaha café untuk meningkatkan kelancaran operasional, kualitas layanan, dan daya saing bisnis. Penelitian ini bertujuan merancang Enterprise Architecture (EA) sistem informasi sebagai pedoman transformasi digital café di Kota Palembang menggunakan framework TOGAF ADM. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian sebanyak 3 café di Kota Palembang. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pemilik atau pengelola café, sedangkan analisis menggunakan framework TOGAF ADM yang meliputi 7 fase, yaitu Preliminary Phase, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions, serta Migration Planning. Hasil penelitian menghasilkan blueprint Enterprise Architecture yang mencakup 4 domain arsitektur, yaitu arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi. Selain itu, penelitian mengidentifikasi 7 peluang dan solusi berdasarkan analisis gap serta menyusun 7 tahapan implementasi dalam roadmap migrasi sistem informasi. Blueprint yang dihasilkan merekomendasikan pengembangan sistem informasi terintegrasi yang mendukung pengelolaan menu digital, pemesanan, pembayaran, promosi, pelaporan, serta infrastruktur teknologi yang aman dan berkelanjutan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan TOGAF ADM mampu menyelaraskan kebutuhan bisnis dengan teknologi informasi secara sistematis sehingga menghasilkan rancangan arsitektur yang terintegrasi dan mudah diimplementasikan. Dengan demikian, blueprint Enterprise Architecture yang dihasilkan dapat dijadikan acuan praktis bagi pengelola café di Kota Palembang dalam merencanakan dan mengimplementasikan transformasi digital secara bertahap dan berkelanjutan.

Kesimpulan ini disusun untuk menjawab rumusan masalah mengenai perancangan arsitektur enterprise sistem informasi café di Kota Palembang menggunakan framework TOGAF ADM, serta untuk menegaskan kontribusi penelitian dalam mendukung transformasi digital pada sektor usaha café.Perancangan arsitektur enterprise sistem informasi menggunakan framework TOGAF ADM telah berhasil menghasilkan model arsitektur yang mampu mendukung transformasi digital café-café di Kota Palembang melalui penyelarasan antara strategi bisnis dan pemanfaatan teknologi informasi, sehingga proses bisnis dapat berjalan lebih terstruktur, terintegrasi, dan efektif.Penerapan tahapan TOGAF ADM, yang meliputi, Architecture Vision, Business Architecture, Information System Architecture, Technology Architecture, Opportunities and Solutions, serta Migration Planning, menghasilkan blueprint arsitektur enterprise yang komprehensif, mencakup arsitektur bisnis, data, aplikasi, dan teknologi sebagai dasar perancangan dan pengembangan sistem informasi café.Penyusunan roadmap migrasi sistem berdasarkan analisis peluang dan solusi memberikan panduan implementasi transformasi digital secara bertahap dan berkelanjutan, sehingga dapat menjadi acuan strategis bagi pengelola café dalam perencanaan dan pengembangan pengambilan keputusan terkait teknologi informasi di masa mendatang.

Berdasarkan hasil penelitian, berikut adalah saran penelitian lanjutan:. 1. Menganalisis dampak implementasi arsitektur enterprise terhadap kinerja operasional dan keuangan café, serta mengukur tingkat kepuasan pelanggan pasca-transformasi digital.. 2. Mengembangkan studi kasus yang lebih luas dengan melibatkan lebih banyak café di Palembang, untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang unik dalam implementasi arsitektur enterprise di industri kafe.. 3. Melakukan penelitian komparatif antara arsitektur enterprise yang diusulkan dengan arsitektur yang telah diterapkan di café-café lain, untuk mengevaluasi keefektifan dan keunggulan arsitektur yang diusulkan.

Read online
File size1.53 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test