UnwahasUnwahas

Majalah Ilmiah MomentumMajalah Ilmiah Momentum

Jahe (Zingiber officinale) adalah salah satu jenis rempah rempah yang tergolong dalam suku Zingiberaceae yang telah digunakan secara luas di dunia baik sebagai bumbu dapur maupun sebagai obat medis terhadap penyakit-penyakit ringan. Bagian utama dari jahe yang digunakan adalah rimpang. Produk olahan jahe yang dapat dikembangkan adalah oleoresin jahe yang mengandung komponen gingerol, shogaol, zingerone, resin dan minyak atsiri. Ginger oleoresin berkisar antara 3,2-9,5%, sedangkan kandungan gingerol dalam oleoresin antara 14-25% dan shogaol di oleoresin antara 2,8-7,0%. Mempertimbangkan manfaat jahe yang mengandung antioksidan tinggi yang berfungsi sebagai anti-inflamasi dan mencegah pertumbuhan tumor, perlu untuk mengekstraksi rimpang jahe untuk menentukan jumlah gingerol yang diekstrak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan faktor yang paling berpengaruh pada ekstraksi gingerol dari rimpang jahe dengan ekstraktor berpengaduk dan kondisi yang relatif baik. Dalam penelitian ini, percobaan dilakukan dengan berbagai suhu (60oC, 80oC, dan 100oC) dan waktu 30 menit dan 60 menit. Kandungan Gingerol diukur dengan analisa menggunakan spektofotometer VIS. Analisis hasil pengaruh suhu menunjukkan bahwa hasil ekstraksi 500 gram bubuk Jahe menggunakan 8 liter air sebagai pelarut yang paling optimal adalah dengan suhu 100 oC.

Pada pengaruh percobaan suhu terhadap kadar gingerol didapatkan kadar gingerol dan shogaol pada percobaan I hingga III yaitu 16,7963% 17,8298%.Pada waktu ekstraksi 60 menit dan suhu ekstraksi 100oC merupakan hasil tertinggi kandungan gigerolnya yaitu sebesar 31,3579%.Sedangkan kadar Gingerol pada suhu ekstraksi 60oC dan 80oC cenderung rendah.Sedangkan pada lama waktu ekstraksi 30 menit dengan suhu 60oC merupakan hasil terendah kandungan gingerolnya yaitu sebesar 16,7963%.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh penggunaan pelarut alternatif seperti etanol atau metanol pada efisiensi ekstraksi gingerol. Selain itu, studi tentang optimasi parameter suhu dan waktu ekstraksi dengan metode yang lebih canggih dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas oleoresin jahe. Terakhir, penelitian tentang interaksi antara komponen aktif jahe seperti shogaol dan zingerone dengan senyawa lain dalam proses ekstraksi bisa menjadi arah baru untuk memahami dinamika kimia yang lebih mendalam.

Read online
File size555.93 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test