BAPPENASBAPPENAS

Bappenas Working PapersBappenas Working Papers

Industrialisasi berbasis hilirisasi nikel telah mendorong munculnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia, salah satunya melalui Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Dalam periode 2011-2025, PDRB Morowali meningkat dari sekitar Rp4,25 triliun menjadi lebih dari Rp188 triliun, menjadikan kawasan ini sebagai salah satu pusat industrialisasi nikel terbesar di dunia. Namun, pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat tersebut diikuti oleh tekanan yang semakin besar terhadap sistem perkotaan, infrastruktur, dan lingkungan kawasan penyangga, khususnya Kecamatan Bahodopi. Penelitian ini bertujuan menganalisis tantangan penataan kawasan di sekitar IMIP serta merumuskan model pengembangan yang mendukung keberlanjutan jangka panjang. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus dengan kerangka analisis multi-skala yang mencakup tingkat makro, meso, dan mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bahodopi telah berkembang melampaui fungsi tradisionalnya sebagai kawasan industri dan menunjukkan karakteristik sebagai kota industri baru (industrial city), namun menghadapi kesenjangan pembangunan kawasan (industrial urbanization gap) pada aspek infrastruktur, pelayanan publik, dan tata kelola lingkungan. Penelitian ini mengusulkan The Bahodopi Industrial City Framework, yang mengintegrasikan prinsip compact city, green industrial city, dan resilient city melalui pendekatan perencanaan multi-skala. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kemampuan kawasan dalam mengelola transformasi ruang, lingkungan, dan masyarakat secara berkelanjutan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa IMIP telah berfungsi sebagai pusat pertumbuhan (growth pole) yang sangat efektif dalam mendorong transformasi ekonomi regional.Namun, pertumbuhan ekonomi tersebut sekaligus memicu proses urbanisasi yang sangat cepat sehingga menghasilkan tekanan besar terhadap sistem permukiman, infrastruktur, pelayanan publik, dan lingkungan kawasan.Temuan kedua memperlihatkan bahwa tantangan utama Bahodopi adalah ketidakseimbangan antara kecepatan industrialisasi dan kapasitas pembangunan kawasan—sebuah kesenjangan yang tecermin pada seluruh skala analisis.Temuan ketiga menunjukkan bahwa pengembangan kawasan industri yang berkelanjutan memerlukan integrasi tiga prinsip utama.compact city, green industrial city, dan resilient city.Temuan keempat menunjukkan bahwa perencanaan kawasan industri tidak dapat dilakukan melalui satu skala analisis, melainkan memerlukan pendekatan multi-skala yang menghubungkan intervensi pada tingkat wilayah, kota, dan komunitas secara simultan.

Berdasarkan temuan penelitian, saran penelitian lanjutan yang baru adalah: . . 1. Menganalisis lebih lanjut dinamika sosial-ekonomi rumah tangga, perubahan struktur pekerjaan, dan ketimpangan yang muncul akibat industrialisasi di Bahodopi. Studi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang dampak industrialisasi terhadap masyarakat lokal dan membantu merumuskan strategi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.. . 2. Melakukan studi komparatif antara Morowali, Halmahera, Konawe, dan kawasan industri baru lainnya di Indonesia untuk memahami variasi hubungan antara industrialisasi, urbanisasi, dan pembangunan kawasan. Studi komparatif ini dapat membantu mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan pembangunan kawasan industri dan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih spesifik.. . 3. Mengembangkan indikator kuantitatif untuk mengukur Industrial Urbanization Gap dan tingkat keberhasilan transisi menuju industrial city. Indikator ini dapat membantu mengevaluasi dan memantau perkembangan kawasan industri secara lebih sistematis, serta memberikan dasar yang kuat untuk perencanaan dan kebijakan yang lebih efektif.

  1. Open Knowledge Repository. open knowledge repository doi.org/10.1596/1813-9450-7240Open Knowledge Repository open knowledge repository doi 10 1596 1813 9450 7240
  2. 0. loading academic.oup.com/joeg/article-lookup/doi/10.1093/jeg/lbn0090 loading academic oup joeg article lookup doi 10 1093 jeg lbn009
Read online
File size1.1 MB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test