Tel-UTel-U
Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS)Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS)Sebagai brand legendaris yang telah hadir sejak tahun 1978, Mixagrip seringkali dipersepsikan sebagai obat kuno dan kurang menarik, sehingga Mixagrip memiliki tantangan untuk melakukan refreshment atau pembaharuan pada brand image yang dimiliki melalui aktivitas rebranding. Salah satu aktivitas marketing public relations yang dilakukan oleh Mixagrip adalah rebranding melalui gerbong KRL Commuter Line jurusan Bogor – Jakarta Kota yang menunjukkan ilustrasi yang melekat dengan identitas brand yang dipasang pada satu gerbong di bagian luar dan dalam. Mixagrip membawa jargon Anti Skip Hari dan memadukan warna merah, kuning dan hijau serta kalimat-kalimat penyemangat bagi kaum pekerja yang menjadi sasaran audiensnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana . Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara terhadap keempat informan yang merupakan pihak internal dari Mixagrip dan pihak creative agency yang ditunjuk untuk melakukan eksekusi aktivitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan mencapai tujuan recognition (terdapat peningkatan pada brand image dan market share), relationship (membangun hubungan dengan audiens melalui perpaduan pesan emosional dan fungsional), differentiation (satu-satunya brand obat di industri farmasi yang melakukan branding pada commuter line dengan menggunakan pendekatan emosional) dan added value (memberikan kesan emosional sebagai sosok yang suportif bagi target audiensnya agar tetap produktif meskipun sakit flu & batuk).
Secara recognition, brand image Mixagrip naik menjadi lebih modern dan orang-orang mulai sadar dengan kehadiran Mixagrip sebagai sosok suportif para tulang punggung, maka Mixagrip berhasil mencapai tujuan recognition dengan menggunakan pendekatan komunikasi dengan marketing public relations.Secara relationship, dalam rangkaian upaya rebranding yang dilakukannya, Mixagrip berusaha membangun hubungan dengan memahami kisah dibalik kehidupan segmen yang ditargetkannya.Dengan melakukan ekstraksi atas cerita yang relevan dengan segmen tersebut, Mixagrip mencoba mencari bagaimana produknya bisa hadir sebagai teman yang suportif dan jadi solusi bagi pain point segmennya.Secara differentiation, Sebagai brand obat dengan dot biru yang memiliki regulasi BPOM sangat ketat, Mixagrip berhasil mendobrak stigma bahwa brand obat memiliki keterbatasan dalam mengomunikasikan pesannya.Di tengah kuatnya persaingan dan anomali brand crowding, Mixagrip mampu menunjukkan bahwa brand obat juga dapat melakukan aktivitas marketing public relations yang tidak hanya fokus pada pemasaran produknya namun juga memperbaharui brand image-nya dari brand yang kuno dan tua menjadi brand muda yang modern dan relatable.Secara added value, Mixagrip memiliki tantangan untuk dapat memberikan nilai lebih pada konsumennya yang tentunya berbeda dengan kompetitornya, seperti yang dijelaskan oleh salah satu informan bahwa kompetisi di kategori obat influenza sudah sangat cluttered dan sangat terbatas untuk bisa bergerak kreatif.Oleh karena itu, Mixagrip memutuskan untuk mengambil sisi emosional dari segmen pasar yang ditentukan untuk dapat memberikan added value menggunakan pendekatan emosional.
Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang dari kampanye rebranding Mixagrip melalui transportasi publik lain seperti bus atau pesawat terbang, yang mungkin menciptakan kesan yang berbeda terhadap audiens. Selain itu, studi tentang efektivitas pendekatan emosional dalam komunikasi merek farmasi dapat dikembangkan dengan membandingkan respons audiens antara kampanye berbasis emosi dan kampanye berbasis informasi produk. Terakhir, penelitian lebih lanjut bisa mengkaji potensi kolaborasi antara merek farmasi dan seniman lokal untuk meningkatkan daya tarik visual dan kultural dari kampanye branding, terutama di daerah dengan karakteristik demografis yang berbeda.
| File size | 308.76 KB |
| Pages | 3 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUJAUNUJA Data dikumpulkan melalui wawancara daring, observasi langsung, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif-naratif menggunakan model interaktifData dikumpulkan melalui wawancara daring, observasi langsung, dan studi literatur, kemudian dianalisis secara deskriptif-naratif menggunakan model interaktif
UNUJAUNUJA Data kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji-t berpasangan pada hasil pretest dan posttest. TemuanData kualitatif dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan uji-t berpasangan pada hasil pretest dan posttest. Temuan
UNUJAUNUJA Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh disiplin kelas dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru Madrasah Tsanawiyah, serta mengembangkan modelPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh disiplin kelas dan lingkungan kerja terhadap kinerja guru Madrasah Tsanawiyah, serta mengembangkan model
Tel-UTel-U Salah satunya PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Perusahaan bisnis yang bergerak dibidang transportasi darat banyak membutuhkan manajemen krisis untukSalah satunya PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Perusahaan bisnis yang bergerak dibidang transportasi darat banyak membutuhkan manajemen krisis untuk
Tel-UTel-U David Gadgetin sebagai influencer teknologi, membuat konten review smartphone. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh persuasi rute sentral DavidDavid Gadgetin sebagai influencer teknologi, membuat konten review smartphone. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh persuasi rute sentral David
Tel-UTel-U Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana lesbian digambarkan dalam anime yang memiliki rating usia tiga belas tahun ke atas. DalamTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana lesbian digambarkan dalam anime yang memiliki rating usia tiga belas tahun ke atas. Dalam
Tel-UTel-U Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma analisis semiotika Roland Bartes. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaituPenelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma analisis semiotika Roland Bartes. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu
Tel-UTel-U Dalam hal ini teori komunikasi persuasive menjadi alat analisis untuk membantu keberhasilan komunitas tersebut dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduliDalam hal ini teori komunikasi persuasive menjadi alat analisis untuk membantu keberhasilan komunitas tersebut dalam mengajak masyarakat untuk lebih peduli
Useful /
STISASABANGSTISASABANG Mahram terbagi kepada muabbad (halangan-halangan abadi) yaitu karena nasab, perkawinan dan persusuan, mahram muaqqat (halangan-halangan sementara) adalahMahram terbagi kepada muabbad (halangan-halangan abadi) yaitu karena nasab, perkawinan dan persusuan, mahram muaqqat (halangan-halangan sementara) adalah
Tel-UTel-U Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informanMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan
IAINAMBONIAINAMBON Al-Quran menjadi panduan dalam menjawab berbagai masalah sosial, termasuk dalam hal akhlak. Penelitian lebih lanjut tentang keberhasilan praktik pendidikanAl-Quran menjadi panduan dalam menjawab berbagai masalah sosial, termasuk dalam hal akhlak. Penelitian lebih lanjut tentang keberhasilan praktik pendidikan
Tel-UTel-U Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif yang mendasari pengguna Instagram dalam mengikuti akunPengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif yang mendasari pengguna Instagram dalam mengikuti akun