Tel-UTel-U

Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS)Journal of Communication, Business and Social Science (JCOBS)

Menjadi Manusia adalah sebuah platform yang bergerak dalam mengangkat isu – isu seputar kesehatan mental dan pengembangan diri. Aktivitas utama Menjadi Manusia adalah membuat konten – konten yang bertujuan untuk memberikan awareness terhadap masyarakat umum dan awam terkait pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari – hari. Menjadi Manusia sangat aktif di media sosial seperti Instagram dan Youtube. Di Instagram sendiri jumlah audiens yang mengikuti akun Menjadi Manusia mencapai satu miliar lebih pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif para pengguna Instagram dalam mengikuti akun Instagram @menjadimanusia.id. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menggunakan paradigma konstruktivisme. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif yang mendasari pengguna Instagram dalam mengikuti akun @menjadimanusia.id adalah information seeking, self projection, validation process, dan self representation.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif para informan yang aktif menggunakan Instagram untuk mengikuti akun Menjadi Manusia dapat diklasifikasikan sesuai dengan empat motif penggunaan media yang dipaparkan oleh McQuail, yaitu diversion, surveillance, personal identity, dan personal relationship.Motif surveillance menunjukkan bahwa para informan menggunakan akun Menjadi Manusia untuk mencari informasi terkait kesehatan mental, self awareness, solusi permasalahan interpersonal, dan pengembangan diri.Konten Menjadi Manusia dengan narasumber yang terbuka membantu memenuhi kebutuhan informasi ini.Motif diversion menunjukkan bahwa informan menggunakan akun ini sebagai pengalihan dari perasaan negatif saat menghadapi masa-masa sulit.Konten seperti afirmasi positif dan cerita inspiratif membantu mereka mengatasi perasaan negatif tersebut.Motif personal identity dan personal relationship menunjukkan bahwa media sosial, termasuk Instagram, digunakan untuk mengekspresikan eksistensi ideal self dan membangun citra diri yang baik.Beberapa informan mengungkapkan sisi vulnerabilitas mereka melalui reposting konten Menjadi Manusia, memperkuat keterbukaan komunikasi dengan followers.

Berdasarkan penelitian ini, ada tiga arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat memperluas objek studi untuk mencakup pengguna media sosial dengan karakteristik perilaku yang lebih beragam, seperti generasi milenial dan Gen Z, untuk melihat apakah motif penggunaan media sosial berbeda berdasarkan usia atau latar belakang budaya. Kedua, penelitian dapat fokus pada dampak jangka panjang dari konten positif di media sosial terhadap kesehatan mental pengguna, khususnya dalam konteks pencegahan atau pengurangan stres dan kecemasan. Ketiga, peneliti dapat mengeksplorasi peran algoritma media sosial dalam menentukan jenis konten yang diakses pengguna, serta bagaimana hal ini mempengaruhi proses validation dan self representation pengguna. Dengan menggabungkan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih mendalam tentang dinamika interaksi antara pengguna dan platform media sosial.

Read online
File size1.85 MB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test