UNBITAGOUNBITAGO

Jurnal Administrasi, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ilmu Sosial (JAEIS)Jurnal Administrasi, Manajemen Sumber Daya Manusia dan Ilmu Sosial (JAEIS)

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aparat desa dalam penyaluran bantuan sosial di Desa Bua, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo. Bantuan sosial merupakan salah satu instrumen kebijakan pemerintah untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin, sehingga peran aparat desa menjadi krusial dalam memastikan ketepatan sasaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari aparat desa, masyarakat penerima manfaat, serta tokoh masyarakat setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aparat desa memiliki empat peran utama, yaitu: (1) pendataan dan verifikasi penerima bantuan, (2) fasilitator dalam penyaluran bantuan sosial, (3) penyedia sosialisasi dan edukasi terkait pemanfaatan bantuan, serta (4) pengawasan dan evaluasi. Faktor pendukung pelaksanaan penyaluran bantuan sosial meliputi komitmen aparat desa, partisipasi masyarakat, dan regulasi yang jelas. Sementara itu, hambatan yang ditemukan adalah validitas data penerima yang kurang akurat, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia aparat desa, serta adanya tekanan sosial-politik dalam penentuan penerima bantuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peran aparat desa sangat strategis dalam menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran bansos, namun perlu didukung dengan penguatan kapasitas aparatur, pemutakhiran data, serta sistem pengawasan partisipatif.

Peran aparat desa sangat strategis dalam menjaga akuntabilitas dan ketepatan sasaran bantuan sosial, tetapi perlu didukung oleh penguatan kapasitas aparatur, pemutakhiran data, dan sistem pengawasan partisipatif.Faktor pendukung utama adalah komitmen aparat desa, partisipasi masyarakat, dan regulasi yang jelas, sedangkan hambatan utama terletak pada validitas data penerima, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia, serta tekanan sosial-politik.Implementasi kebijakan bantuan sosial di tingkat desa masih menghadapi kesenjangan antara regulasi dan realitas lapangan, sehingga perlu perbaikan sistem data dan pengawasan berbasis partisipasi untuk mencapai distribusi bansos yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan.

Penelitian lanjutan dapat mengembangkan sistem teknologi informasi untuk meningkatkan akurasi pendataan bantuan sosial secara real-time. Studi banding antar desa di satu kabupaten atau kecamatan dapat dilakukan untuk membandingkan praktik penyaluran bansos dan mengidentifikasi faktor keberhasilan. Selain itu, penelitian kuantitatif tentang tingkat kepuasan masyarakat terhadap transparansi dan efektivitas penyaluran bansos dapat memberikan wawasan empiris untuk perbaikan kebijakan. Pemantauan partisipatif oleh masyarakat sipil dan lembaga independen juga perlu dikaji lebih lanjut sebagai mekanisme pengawasan alternatif. Terakhir, analisis dampak jangka panjang dari bantuan sosial terhadap kesejahteraan ekonomi masyarakat rentan dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya.

Read online
File size477.42 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test