ISI SURAKARTAISI SURAKARTA

Dewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan SeniDewa Ruci: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni

Penelitian ini membahas tentang musikal koeksistensi dalam Gendhing Gati Mardawa sebagai pengiring tari Bedhaya Sang Amurwabumi, dengan menekankan bagaimana konstruksi musikal tradisi Jawa bernegosiasi dengan konteks estetika, sejarah, dan representasi budaya di era kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, analisis penelitian menggabungkan tiga lensa perspektif utama: postkolonial, hibriditas, dan musikologi. Melalui perspektif postkolonial, penelitian ini memeriksa bagaimana jejak diskursus kekuasaan, kosmologi istana, dan narasi budaya Jawa direartikulasikan melalui struktur gendhing. Perspektif hibriditas digunakan untuk memeriksa campuran elemen musikal tradisional, seperti pola balungan, kerja pengiring, dan hubungan struktur gendhing dengan kebutuhan estetika pertunjukan istana, menghasilkan bentuk musikal yang tidak sepenuhnya tradisional tetapi masih mempertahankan legitimasi budaya. Sementara itu, perspektif musikologi menyediakan fondasi untuk membaca hubungan antara struktur musikal, fungsi ritualistik, dan pengalaman yang terwujud dari musisi gamelan, musisi, dan penari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Gendhing Gati Mardawa menampilkan koeksistensi antara harmoni instrumen gamelan dan instrumen musikal Eropa, tidak pernah dalam harmoni, dalam pengiringan tari Bedhaya Sang Amurwabumi. Koeksistensi ini tidak hanya memperkaya pengalaman estetika tetapi juga menawarkan wawasan baru tentang bagaimana tradisi karawitan berubah melalui dialog antara kontinuitas budaya dan tuntutan seni kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada studi musik pengiring tari, menunjukkan bahwa hibriditas musikal tidak seharusnya dipahami sebagai penyimpangan, tetapi sebagai ekspresi adaptif yang mempertahankan relevansi budaya dalam konteks pertunjukan istana.

Penelitian tentang koeksistensi Gendhing Gati Mardawa dalam pengiringan tari Bedhaya Sang Amurwabumi menunjukkan bahwa hubungan antara struktur musikal gendhing, kebutuhan dramatis tari, dan konstruksi makna budaya beroperasi melalui mekanisme koeksistensi musikal, yaitu pertemuan dan fusi elemen tradisional yang mempertahankan referensi ke bentuk standar sambil membuka ruang untuk inovasi performatif.Hasil penelitian ini mengonfirmasi tujuan awal bahwa bentuk musikal Gati Mardawa berfungsi tidak hanya sebagai pengiring tari tetapi juga sebagai perangkat simbolik yang beroperasi dalam kerangka estetika, sejarah, dan ritual tari Bedhaya.Dengan menggunakan kerangka teoritis budaya musik, khususnya konsep sensitivitas estetika, hibriditas musikal, dan interpretasi performatif, penelitian ini mengonfirmasi bahwa koeksistensi terjadi melalui tiga domain.(1) domain struktur, yang mempertahankan pola balungan, laras, dan gatra.(2) domain fungsi, yang menyesuaikan dinamika musikal dengan kebutuhan dramaturgi gerakan.dan (3) realm makna, yang merekonstruksi hubungan simbolis antara gendhing, nilai-nilai istana, dan narasi kosmologis yang hidup dalam tari Bedhaya Sang Amurwabumi.Melalui temuan ini, kontribusi akademik penelitian ini jelas terlihat dalam dua area utama.Pertama, penelitian ini menjelaskan bagaimana koeksistensi musikal dapat berfungsi sebagai model analitis untuk memahami hubungan antara musik dan tari dalam tradisi Jawa, yang sering kali dipisahkan antara analisis musikal dan koreografi.Kedua, penelitian ini memperkaya studi musik budaya dengan menunjukkan bahwa inovasi dalam bentuk gendhing tidak selalu bertentangan dengan tradisi, tetapi membentuk bagian dari proses negosiasi budaya yang berkelanjutan dalam praktik seni istana.Dengan demikian, penelitian ini tidak hanya menggambarkan keberadaan Gendhing Gati Mardawa sebagai pengiring tari Bedhaya Sang Amurwabumi, tetapi juga menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi arena dialog antara tradisi dan kreativitas, merevitalisasi relevansi estetika klasik dalam konteks pertunjukan kontemporer.

Saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini adalah: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak koeksistensi musikal pada para pelaku seni. Penelitian ini telah menggarisbawahi pentingnya memahami fenomena koeksistensi dalam Gendhing Gati Mardawa, tetapi masih ada ruang untuk mengeksplorasi lebih dalam dampak yang lebih luas dari koeksistensi musikal pada musisi, penari, dan penonton. Kedua, penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan fokus pada aspek-aspek spesifik dari koeksistensi musikal, seperti bagaimana elemen-elemen tradisional dan modern berinteraksi dan beradaptasi satu sama lain dalam konteks tari Bedhaya Sang Amurwabumi. Dengan mempelajari dinamika interaksi ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana tradisi musik Jawa terus berkembang dan beradaptasi dalam konteks kontemporer. Ketiga, penelitian ini dapat diperluas dengan mengeksplorasi lebih lanjut peran dan pengaruh musik pengiring dalam tari Bedhaya Sang Amurwabumi. Bagaimana musik pengiring mempengaruhi interpretasi dan pengalaman menari, serta bagaimana musik ini berinteraksi dengan gerakan tari dan elemen-elemen lainnya dalam pertunjukan. Dengan memahami peran musik pengiring secara lebih mendalam, kita dapat memperoleh wawasan yang lebih komprehensif tentang pentingnya musik dalam tari tradisional Jawa.

  1. The Use of Laras in Contemporary Gamelan Music | Gunawan | Harmonia: Journal of Arts Research and Education.... doi.org/10.15294/harmonia.v22i1.35483The Use of Laras in Contemporary Gamelan Music Gunawan Harmonia Journal of Arts Research and Education doi 10 15294 harmonia v22i1 35483
  2. Kolaborasi Alat Musik Tradisional dan Alat Musik Modern dalam Mengiringi Ibadah Minggu di Huria Kristen... mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jehss/article/view/35Kolaborasi Alat Musik Tradisional dan Alat Musik Modern dalam Mengiringi Ibadah Minggu di Huria Kristen mahesainstitute ojs2 index php jehss article view 35
  3. Peranan Seni Tradisi dan Seni Modern dalam Membangun Tamadun Khalayak Nusantara | Syntax Literate ; Jurnal... doi.org/10.36418/syntax-literate.v8i2.11438Peranan Seni Tradisi dan Seni Modern dalam Membangun Tamadun Khalayak Nusantara Syntax Literate Jurnal doi 10 36418 syntax literate v8i2 11438
Read online
File size1.43 MB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test