ARIPIARIPI

Jurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan BiologiJurnal Pendidikan Kimia, Fisika dan Biologi

Darah merupakan komponen utama dalam sistem homeostasis yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan fisiologis tubuh. Berbagai parameter kimia darah, seperti kadar glukosa, kolesterol, dan pH darah, dapat digunakan untuk menilai kondisi kesehatan seseorang. Glukosa darah merupakan hasil metabolisme karbohidrat yang berfungsi sebagai sumber energi utama bagi tubuh. Kolesterol merupakan senyawa lemak yang berperan dalam pembentukan membran sel dan sintesis hormon, serta terdiri atas Low-Density Lipoprotein (LDL) dan High-Density Lipoprotein (HDL). Sementara itu, pH darah digunakan untuk mengetahui derajat keasaman atau kebasaan darah yang mencerminkan keseimbangan asam-basa tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menginterpretasikan hasil analisis kimiawi darah serta memahami prinsip dan metode penentuan kadar glukosa, kolesterol, dan pH darah. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental laboratorik dengan melakukan pengukuran pada sampel darah menggunakan alat uji kimia darah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar glukosa darah puasa sebesar 97 mg/dL berada dalam kisaran normal. Sebaliknya, kadar glukosa darah tidak puasa sebesar 61 mg/dL berada di bawah batas normal dan mengindikasikan hipoglikemia. Kadar kolesterol darah sebesar 139 mg/dL masih tergolong normal. Hasil pengukuran pH darah menunjukkan nilai 6, yang mengindikasikan kondisi asidosis. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kimia darah sebagai indikator dalam evaluasi kondisi metabolik dan kesehatan tubuh.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar glukosa darah puasa (97 mg/dL) berada dalam rentang normal, sedangkan kadar glukosa darah tidak puasa (61 mg/dL) menunjukkan hipoglikemia.Kadar kolesterol darah (139 mg/dL) masih dalam kisaran normal.Pengukuran pH darah menghasilkan nilai 6, yang menunjukkan kondisi asidosis.Hal ini menunjukkan pentingnya pemeriksaan kimia darah sebagai indikator kesehatan metabolik dan fungsional tubuh.Namun, penggunaan alat biosensor memiliki keterbatasan akurasi dibandingkan metode laboratorium standar.

1) Penelitian lanjutan dapat mengkaji perbandingan akurasi pengukuran glukosa dan kolesterol menggunakan biosensor dengan metode laboratorium standar pada populasi yang lebih besar. 2) Studi tentang pengaruh pola makan berbasis nutrisi terhadap keseimbangan pH darah pada unggas, khususnya dalam kondisi stres lingkungan. 3) Analisis jangka panjang efek asidosis pada fungsi organ vital unggas, termasuk mekanisme kompensasi sistem penyangga dan respirasi. Ketiga saran ini bertujuan untuk mengembangkan teknik diagnostik yang lebih akurat dan memahami patofisiologi gangguan keseimbangan asam-basa pada makhluk hidup.

  1. Analisis Kimiawi Darah: Kadar Glukosa dan Kolesterol pada Manusia serta pH Darah pada Unggas | Jurnal... doi.org/10.61132/jupenkifb.v2i3.1098Analisis Kimiawi Darah Kadar Glukosa dan Kolesterol pada Manusia serta pH Darah pada Unggas Jurnal doi 10 61132 jupenkifb v2i3 1098
  2. Pemeriksaan Kadar Gula Darah untuk Screening Hiperglikemia dan Hipoglikemia | Rosares | JURNAL IMPLEMENTA... doi.org/10.30596/jih.v3i2.11906Pemeriksaan Kadar Gula Darah untuk Screening Hiperglikemia dan Hipoglikemia Rosares JURNAL IMPLEMENTA doi 10 30596 jih v3i2 11906
Read online
File size540.26 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test