ARIPIARIPI

Jurnal Pendidikan dan Kewarganegara IndonesiaJurnal Pendidikan dan Kewarganegara Indonesia

Perkembangan teknologi informasi telah membawa dampak besar pada cara mahasiswa Generasi Z di Banten memperoleh suatu informasi. Situasi ini memerlukan keterampilan literasi digital yang tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga melibatkan kemampuan berpikir kritis serta etika digital. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi kaitan antara literasi digital dan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila di kalangan mahasiswa Generasi Z di Banten, serta untuk mengenali faktor-faktor yang mendukung, menghambat, dan strategi untuk memperkuat karakter yang berbasis Pancasila dalam dunia digital. Metode yang dipakai ialah menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur didukung oleh observasi di lingkungan kampus dan wawancara dengan para mahasiswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi digital mahasiswa berada dalam kategori baik, namun belum sepenuhnya sejalan dengan pemahaman nilai-nilai Pancasila. Dampak dari informasi negative seperti berita hoaks dan budaya hedonisme menjadi penghalang utama dalam karakter kebangsaan. Adapun faktor-faktor yang mendukung mencakup peran stakeholder yang menyediakan ruang untuk pembelajaran etika bermedia. Penelitian ini menyoroti pentingnya integrasi nilai Pancasila dalam literasi digital melalui kurikulum Pendidikan Pancasila yang dapat beradaptasi, pengembangan konten yang bersifat edukatif, serta kolaborasi antara stakeholder. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan karakter mahasiswa untuk menjadikan mereka seperti masyarakat yang melek akan digital, memiliki tanggung jawab, dan mencerminkan nilai-nilai Pancasila.

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam mengakses dan menyebarkan informasi.Di Provinsi Banten, perkembangan literasi digital menunjukkan kemajuan yang baik, dengan kemampuan digital yang cukup tinggi di kalangan generasi muda.Namun, kemampuan teknologi yang tinggi ini tidak secara otomatis menjamin pengetahuan terkait cara menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.Justru, tingginya penggunaan media digital membuat generasi ini rentan terpapar pada informasi yang tidak benar dan konten negatif, seperti berita bohong (hoaks) dan perkataan yang menimbulkan kebencian.Literasi digital seharusnya tidak hanya tentang memanfaatkan alat-alat digital, tetapi juga merupakan kemampuan berpikir tingkat lanjut yang harus selaras dengan nilai-nilai dasar Pancasila, sejalan dengan konsep Pelajar Pancasila.

1. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas integrasi nilai-nilai Pancasila dalam kurikulum pendidikan digital di perguruan tinggi. 2. Perlu dilakukan studi tentang peran media sosial dalam membentuk pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan Generasi Z. 3. Penelitian tentang pengaruh pelatihan etika digital terhadap perilaku dan tanggung jawab sosial mahasiswa di era digital dapat menjadi arah baru untuk memperkuat karakter kebangsaan.

  1. Client Challenge. client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site... doi.org/10.1186/s40561-022-00204-yClient Challenge client challenge javascript disabled browser please enable proceed required part site doi 10 1186 s40561 022 00204 y
  2. Analisis Literasi Digital Terhadap Pemahaman Nilai-Nilai Pancasila pada Mahasiswa Generasi Z di Provinsi... doi.org/10.61132/jupenkei.v2i4.817Analisis Literasi Digital Terhadap Pemahaman Nilai Nilai Pancasila pada Mahasiswa Generasi Z di Provinsi doi 10 61132 jupenkei v2i4 817
  3. Peran Pendidikan Pancasila dalam Membentuk Karakter Bangsa Indonesia: Tinjauan dan Implikasi | Advances... adshr.org/index.php/vo/article/view/54Peran Pendidikan Pancasila dalam Membentuk Karakter Bangsa Indonesia Tinjauan dan Implikasi Advances adshr index php vo article view 54
Read online
File size576.59 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test