UMIUMI

Majalah Ilmiah METHODAMajalah Ilmiah METHODA

Kebijakan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah merupakan langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memerangi stunting. Namun, keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan para pemangku kepentingan, termasuk calon guru yang nantinya akan bertindak sebagai pelaksana di sekolah. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan calon guru terkait kebijakan MBG menggunakan teori implementasi kebijakan George C. Edwards III, yang mencakup empat indikator utama: komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Metode kualitatif deskriptif digunakan, dengan memanfaatkan survei terbuka yang diberikan kepada mahasiswa semester empat program studi Pendidikan Administrasi Perkantoran. Temuan menunjukkan bahwa komunikasi terkait penyebaran kebijakan masih terbatas, sedangkan terkait sumber daya, mahasiswa merasakan kebutuhan akan pelatihan khusus dalam manajemen logistik program. Disposisi mahasiswa mencerminkan sikap positif dan mendukung, meskipun ada kekhawatiran mengenai beban tugas administratif tambahan. Mengenai struktur birokrasi, alokasi tugas yang jelas (Prosedur Operasi Standar) sangat penting untuk menghindari distorsi peran utama guru dalam pengajaran. Secara keseluruhan, calon guru menunjukkan kesiapan mental yang baik tetapi membutuhkan peningkatan kompetensi manajerial sebelum ditempatkan di sekolah.

Kesiapan mahasiswa calon guru dalam mengimplementasikan kebijakan MBG berada pada kategori moderat menuju siap, dengan dominasi respons setuju dan netral di setiap dimensinya.Dimensi struktur birokrasi menjadi aspek terkuat karena kejelasan SOP dan alur koordinasi yang relatif dipahami dengan baik oleh responden, sedangkan dimensi sumber daya dan disposisi menjadi titik krusial yang memerlukan perhatian ekstra akibat tingginya keraguan terkait kompetensi gizi dan kekhawatiran akan membengkaknya beban kerja administratif guru.Untuk mengoptimalkan keberhasilan implementasi program ini, disarankan kepada lembaga pendidikan tinggi kependidikan untuk mulai mengintegrasikan materi kesehatan sekolah dan manajemen gizi dasar ke dalam kurikulum perkuliahan, serta menyusun panduan teknis yang jelas guna membangun disposisi positif dan kesiapan mental yang kokoh bagi para calon pendidik masa depan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dampak kebijakan MBG terhadap kinerja akademik siswa, terutama dalam konteks perubahan peran guru. Kedua, perlu dilakukan studi tentang efektivitas pelatihan manajerial yang diberikan kepada calon guru dalam mengelola program logistik makanan gratis. Ketiga, penelitian dapat fokus pada peran struktur birokrasi sekolah dalam mengoptimalkan koordinasi antara guru, vendor, dan pihak administratif dalam implementasi kebijakan. Saran-saran ini dirancang untuk mengisi celah penelitian yang ada dan memberikan arah baru dalam memahami dinamika implementasi kebijakan publik di sektor pendidikan.

Read online
File size517.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test