UNIKOMUNIKOM

Visualita: Jurnal Online Desain Komunikasi VisualVisualita: Jurnal Online Desain Komunikasi Visual

Salah satu legenda urban yang terkenal di Indonesia adalah cerita mengenai makhluk-makhluk gaib atau hantu. Pada masyarakat tradisional di Indonesia, hantu secara umum lebih diketahui sebagai roh atau arwah yang meninggalkan raga atau badan karena kematian yang tidak dikehendaki. Menilik kondisi ini maka masyarakat Indonesia mengidentifikasi bermacam-macam makhluk halus, dan salah satu yang dikenal luas adalah kuntilanak. Kuntilanak dipercaya sebagai hantu yang asal-usulnya adalah perempuan yang hamil tetapi kemudian meninggal dunia, atau perempuan yang meninggal karena melahirkan tetapi anaknya belum sempat dilahirkan. Materi legenda urban kuntilanak menarik untuk diangkat karena tidak hanya bercerita mengenai tragedi saja, tetapi bagaimana pemikiran masyarakat pengusungnya menjelaskan asal-usul tersebut, perjalanan hidup sebelumnya menjadi dasar logis yang membentuk suatu konsep perwujudan kuntilanak, sifat serta citra perempuan yang dikenal cantik dan anggun berbalik drastis ketika bertemu tragedi dramatis, serta sifat nafsu duniawi yang terbawa kealam kematian. Hal-hal ini yang pada akhirnya melegalisasi perwujudan sosok seram yang diketahui sebagai kuntilanak.

Visualisasi karakter adalah upaya interpretasi terhadap karakter itu sendiri.Kuntilanak adalah salah satu karakter yang berasal dari produk cerita legenda urban masyarakat.Berdasarkan ciri-ciri dalam cerita, topik yang dimunculkan, serta tema yang diceritakan, menunjukkan bahwa kuntilanak adalah salah satu cerita dalam legenda urban.Sebagaimana narasi dalam cerita, realitanya tidak dapat dijelaskan secara tegas rupa fisiknya.Pada tataran ini dapat dimunculkan berbagai interpretasi visual mengenai wujudnya.Inilah yang menjadikan karakter ini menarik untuk diinterpretasikan.Dalam ranah visualisasi, interpretasi muncul untuk menuntaskan studi terhadap cerita legenda tersebut.Bahwa karakter berasal dari cerita kontradiktif mengenai kehidupan seorang putri, dari hidup yang nyaman menjadi sengsara, dari rupa yang cantik menjadi buruk.Dan, inilah yang dilakukan untuk menciptakan karakter yang dapat mewakili visualisasinya.Membuat rekaan kontradiktif dari cantik menjadi buruk.Desain karakter dibuat dengan memanfaatkan garis, bentuk dan kesan visual.Garis kasar, bentuk yang tidak halus digunakan untuk memunculkan kesan menyeramkan.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis psikologis karakter kuntilanak untuk memahami lebih dalam motivasi balas dendam dan trauma yang mendasari mitos ini. Selain itu, studi tentang variasi cerita kuntilanak di daerah lain di Indonesia bisa memberikan perspektif baru mengenai adaptasi budaya dan perubahan makna legenda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh media kontemporer, seperti film atau seni digital, terhadap representasi visual dan naratif kuntilanak, serta bagaimana hal ini memengaruhi persepsi masyarakat modern terhadap legenda tersebut.

Read online
File size7.25 MB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test