UNDIPUNDIP

Jurnal Manajemen Kesehatan IndonesiaJurnal Manajemen Kesehatan Indonesia

Perkawinan dini tetap menjadi masalah global yang signifikan, terutama di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, termasuk Indonesia. Studi ini bertujuan untuk menentukan prevalensi perkawinan dini dan mengidentifikasi faktor-faktor yang terkait pada wanita usia reproduksi di Indonesia. Studi ini menggunakan data sekunder dari survei PMA 2020 di Indonesia. Analisis data dilakukan dengan STATA versi 17, dengan sampel yang telah diberi bobot sebanyak 7.820 peserta. Prevalensi perkawinan dini yang telah diberi bobot adalah 23,26%. Perkawinan dini secara signifikan terkait dengan tinggal di daerah pedesaan (aOR: 1,96; 95% CI: 1,71–2,24), pendidikan primer atau lebih rendah (aOR: 3,21; 95% CI: 2,81–3,67), dan kelompok indeks kekayaan yang lebih rendah (aOR: 1,56; 95% CI: 1,25–1,94). Penurunan dalam banyak negara di dunia telah dicapai melalui intervensi kesehatan seperti konseling bagi remaja. Diperlukan partisipasi regulasi kesehatan publik, pemangku kepentingan, orang tua, dan keluarga sebagai pengambil keputusan utama untuk meningkatkan efektivitas program.

Studi ini menyimpulkan bahwa jumlah besar wanita usia reproduksi di Indonesia masih menikah secara dini.Faktor-faktor yang terkait dengan perkawinan dini meliputi tempat tinggal, pendidikan, indeks kekayaan, dan jumlah anak dalam keluarga.Program pencegahan perkawinan dini perlu strategi komprehensif yang melibatkan keluarga dan masyarakat.Edukasi tentang kesehatan reproduksi dan dampak negatif perkawinan dini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak jangka panjang pendidikan terhadap kecenderungan perkawinan dini melalui analisis longitudinal. Selain itu, penelitian tentang peran norma budaya dan keyakinan lokal dalam memengaruhi keputusan perkawinan dini perlu dilakukan untuk memahami dinamika sosial yang kompleks. Terakhir, evaluasi kebijakan pemerintah yang berfokus pada penguatan ekonomi keluarga dan akses pendidikan dapat menjadi arah studi baru untuk mengurangi prevalensi perkawinan dini.

  1. STUDI PERAN SELF EFFICACY DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KNOWLEDGE DONATING DAN KINERJA GURU | Jurnal... journals.usm.ac.id/index.php/jreb/article/view/1758STUDI PERAN SELF EFFICACY DAN KOMPETENSI PROFESIONAL TERHADAP KNOWLEDGE DONATING DAN KINERJA GURU Jurnal journals usm ac index php jreb article view 1758
  2. Prevalence of and factors associated with female child marriage in Indonesia | PLOS One. prevalence factors... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0305821Prevalence of and factors associated with female child marriage in Indonesia PLOS One prevalence factors journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0305821
Read online
File size279.65 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test