POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut (JKGM)

Latar Belakang: Gingivitis adalah gangguan kesehatan jaringan periodontal yang ditandai dengan peradangan pada gusi dan sangat sering terjadi selama masa kehamilan. Kondisi ini dapat diperparah oleh perubahan hormonal serta berbagai faktor risiko lain, termasuk kurangnya pengetahuan dan praktik kebersihan mulut yang tidak optimal. Observasi awal yang dilakukan di Puskesmas Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menunjukkan angka kejadian gingivitis yang cukup besar pada ibu hamil. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan pemeliharaan kesahatan gigi dan mulut dengan gingivitis pada ibu hamil.. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional serta rancangan cross-sectional. Sebanyak 41 responden yang merupakan ibu hamil di Puskesmas Temayang dipilih dengan metode purposive sampling. Tingkat pengetahuan ibu hamil diukur menggunakan kuesioner, sedangkan untuk mendeteksi gingivitis menggunakan lembar pemeriksaan gingivtis untuk mengetahui ada atau tidaknya gingivitis pada ibu hamil. Penelitian ini menerapkan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05 untuk analisis.. Hasil: Hasil analisis memperlihatkan mayoritas ibu hamil mempunyai tingkat pengetahuan pada kategori cukup hingga baik. Hasil pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil mayoritas pada kategori cukup dengan persentase 65,9% (27 ibu hamil), sedangkan untuk banyaknya ibu hamil yang mengalami gingivitis sebesar 65,9% (27 ibu hamil). Namun tidak terdapat korelasi yang bermakna secara statistik antara pengetahuan mengenai perawatan kesehatan gigi dan mulut dengan jumlah kasus gingivitis pada ibu hamil, menurut hasil uji Chi-square dengan signifikasi sebesar 0,487.

Studi menunjukkan bahwa pengetahuan yang baik tidak selalu berkorelasi dengan kesehatan gingiva.Faktor-faktor lain seperti perubahan hormonal selama kehamilan, ketidaknyamanan saat menyikat gigi akibat mual dan muntah, serta persepsi keliru bahwa perdarahan gusi merupakan hal normal selama kehamilan dapat menjadi hambatan dalam menjaga kesehatan mulut.Oleh karena itu, intervensi kesehatan mulut perlu difokuskan pada peningkatan pengetahuan, perubahan perilaku, dan akses terhadap perawatan gigi yang memadai.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian gingivitis pada ibu hamil, seperti faktor genetik, status sosial ekonomi, dan akses terhadap layanan kesehatan gigi. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi intervensi yang lebih efektif untuk meningkatkan perilaku perawatan gigi dan mulut pada ibu hamil, misalnya melalui pendekatan edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik individu. Terakhir, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan prevalensi dan faktor risiko gingivitis pada ibu hamil di berbagai wilayah geografis dan kelompok populasi, sehingga dapat dirumuskan strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Read online
File size352.37 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test